BANYUASIN,SRIWIJAYAPERTAMA.NET – Sejumlah warga dan aktivis di Kabupaten Banyuasin mempertanyakan prioritas kinerja kepolisian setelah maraknya…
![]()
P E N E R B I T
PT. ATHIYAH GROUP
NO REKENING BANK SUMSEL
Pendiri
NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB)
SK KEMENKUM HAM RI NOMOR AHU-0089122.AH.01.01.TAHUN 2023
AKTA NOTARIS
NOMOR 51 TANGGAL 20 NOVEMBER 2023 Yang dibuat Oleh Notaris H. SARIPUDIN BURHAN S.H
DIREKTUR UTAMA: Ida Laila
DEWAN PENASEHAT HUKUM:
PENASEHAT HUKUM: Muhammad Nur, S.H
DEWAN PEMBINA:
SEKRETARIS: Putri Anggraini, A. Md. T
BENDAHARA: Ira Arisa, A. M. Keb
REDAKTUR PELAKSANA: Diana
KOORDINATOR LAPANGAN: Imam
KOORDINATOR WILAYAH:
PIMPINAN REDAKSI: Diding Karnadi, S.H
DIVISI WEBSITE: Afrianto
MANAGER IKLAN: Indah Putri Ayu
EDITOR:
KABIRO BANYUASIN: Nadita Ayu
WAKIL KABIRO BANYUASIN: Yukin
WARTAWAN BANYUASIN:
KABIRO SUMSEL: Zulkarnian
WARTAWAN SUMSEL:
KABIRO LAMPUNG UTARA: Arsonedi
KABIRO LAWANG AGUNG KOTA AGUNG: Dandi Anugrah
Ergi Fahrezi
KABIRO PALI: Usman
Wartawan PALI : Kunci Alam
Banyuasin, Sriwijayapertama.net – Kondisi Halte Bank Sumsel Babel di Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, menuai sorotan. Berdasarkan pantauan di lokasi, halte yang seharusnya menjadi tempat masyarakat menunggu angkutan umum terlihat tidak terawat, minim fasilitas, serta diduga tidak lagi memberikan kenyamanan bagi pengguna. Senin(6/7/2026) Dari kondisi fisik yang tampak, halte tersebut tidak memiliki bangku atau tempat duduk yang layak bagi masyarakat yang sedang menunggu kendaraan. Selain itu, cat bangunan terlihat memudar dan mengelupas, sementara beberapa bagian rangka besi tampak berkarat. Kondisi tersebut menimbulkan kesan kurang adanya pemeliharaan terhadap aset fasilitas umum yang dibangun untuk kepentingan masyarakat. Ironisnya, masyarakat yang berada di lokasi tampak memilih duduk di bibir halte maupun di lantai karena tidak tersedianya fasilitas tempat duduk. Padahal, fungsi utama halte adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna transportasi umum. Menanggapi kondisi tersebut, Aktivis Banyuasin, Hardaya, menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, kondisi halte tersebut menjadi cerminan lemahnya perhatian terhadap pemeliharaan fasilitas publik. > “Halte ini dibangun menggunakan anggaran yang bersumber dari uang rakyat. Sangat disayangkan jika dibiarkan rusak dan tidak terawat. Fasilitas umum bukan hanya sekadar dibangun, tetapi juga harus dipelihara agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Hardaya. Ia juga meminta instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi terhadap kondisi halte tersebut, termasuk memperbaiki fasilitas yang rusak serta menyediakan tempat duduk yang layak bagi masyarakat. “Jangan sampai fasilitas publik hanya menjadi pajangan tanpa fungsi. Pemerintah daerah maupun pihak terkait perlu turun langsung melihat kondisi di lapangan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang semestinya,” tambahnya….
![]()
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.