Palembang Sriwijayapertama.net- Dalam rangka untuk menyerap aspirasi secara langsung, anggota DPRD Kota Palembang Daerah Pemilihan (Dapil) V (lima) yaitu Kecamatan Plaju dan Seberang Ulu Dua (SU II), gelar reses hari pertama masa persidangan II (dua) Tahun 2026.
Reses yang dilaksanakan, 23 -25 April dipimpin Ketua Dapil V, H Firmansyah Hadi SE didampingi Wakil Ketua Dauli ST, Sekretaris H Dany Desrandy S SH MKn dan anggota terdiri dari H Umari Supiandi ST, M Sholatudin ST dan H Chairuddin Pelita Maret AMd.
Reses hari pertama dilaksanakan di SMP Negeri 20 Palembang, Jalan Sentosa Plaju Ulu Kecamatan Plaju Kota Palembang, Kamis (23/4/2026) pada Pukul 9.30 WIB sampai selesai.

Anggota DPRD Kota Palembang Dapil V, M Sholatudin ST mengatakan bahwa reses anggota DPRD Dapil V disambut baik oleh guru-guru SMPN 20 Palembang yang merupakan jembatan komunikasi langsung antara wakil rakyat dengan konstituennya.
“Dalam reses ini ada beberapa aspirasi yang diserap diantaranya yaitu penambahan ruang kelas baru, peningkatan lantai untuk mengatasi genangan air, halaman sekolah, pengaturan drainase, butuh awning (kanopi/atap tambahan) dan fasilitas wudhu musholah,” ujarnya.
Lanjut ia ungkapkan bahwa dalam reses kali ini, pihaknya akan fokus dengan pendidikan oleh karena itu dilaksanakan di sekolah-sekolah, salah satunya SMPN 20 Palembang.
“Aspirasi yang kita serap dari SMPN 20 Palembang, akan kita laporkan pada saat sidang Paripurna DPRD Kota Palembang nanti,” ungkapnya Sholatudin.

Sementara Kepala SMPN 20 Palembang, Mulyadi SAg MM mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan beberapa aspirasi terkait dengan kebutuhan sekolah ini, kepada anggota DPRD Kota Palembang Dapil V.
“Dalam reses tadi, beberapa aspirasi yang kami sampaikan akan segera direalisasikan baik menggunakan dana Pokok Pikiran (Pokir) dewan ataupun revitalisasi, yang terpenting bagi kami pembangunannya,” ucapnya.
Lanjut dia berharap aspirasi yang disampakan hari ini segera ditindaklanjuti dan anggota DPRD Kota Palembang berjanji akan merealisasikannya.
“Untuk sementara terkait dengan masalah awning, insyaallah Tahun 2027 baru bisa direalisasikan. Sedangkan masalah musholah sudah ditinjau dan kondisinya tidak layak untuk gunakan, oleh karena itu mereka meminta untuk segera dibuatkan DED dan akan ditindaklanjuti disidang paripurna,” kata Mulyadi.
“Aspirasi yang paling urgent yang kami harapkan adalah penambahan ruang kelas, karena kalau ruang kelasny kurang, anak-anak belajar doble shift, sehingga belajarnya sampai Pukul 17.15 dan jika ditambah belajarnya satu shift saja,” tutupnya Mulyono (Iin P).
![]()












