Palembang Sriwijayapertama.net – massa yang tergabung dalam Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) kembali gelar aksi demo tdi Halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Jalan Kapten A Rivai Kecamatan Ilir Timur Satu Kota Palembang, Rabu (15/4/2026),
Aksi tersebut digelar terkait adanya rencana pengalokasian anggaran oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel melalui Biro Umum dan Perlengkapan Setda Sumsel.
Rencana pengalokasian anggaran tersebut yaitu pengadaan 4 unit kendaraan mobil mewah untuk Pemerintah provinsi Sumsel yang nilainya mencapai Rp. 4,94 miliar dan Rp 3 miliar untuk Pakaian Dinas Gubernur dan Wakil Gubernur pada Tahun Anggaran 2026.

Koordinator Aksi, Rahmat Sandi Iqbal SH didampingi Korlap, Rahmat Hidayat SE mengatakan bahwa rencana penganggaran tersebut adalah sebuah penghinaan secara terang-terangan dan telah melukai hati rakyat sumsel, karena tidak begitu mendesak, terkesan pemborosan dan tidak berpihak kepada rakyat.
“Kita tahu saat ini kondisi ekonomi masyarakat yang masih sangat sulit, ditambah lagi infrastruktur jalan di berbagai daerah di Sumsel masih banyak yang rusak parah, layanan kesehatan terutama di daerah-daerah terpencil masih belum maksimal karena terkendala anggaran, belum lagi sarana dan prasarana Pendidikan yang masih sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia meminta Pemprov Sumsel dalam hal ini Biro Umum dan Perlengkapan Setda Sumsel harusnya lebih bijak dalam mengelola anggaran, apalagi ditengah kondisi ekonomi saat ini.
“Hari ini, kami dari Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) menggelar aksi demonstrasi di kantor Gubernur Sumsel sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang tidak pro rakyat,” ungkapnya Sandi.
Lanjut Sandi sampaikan melalui aksi ini, mendesak Biro Umum dan Perlengkapan Setda Sumsel untuk menjelaskan kepada Masyarakat luas, Apa tujuan dibalik rencana pengadan 4 unit mobil mewah dan Pakaian Dinas Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun Anggaran 2026.
“Kami mendesak Gubernur Sumsel dan Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setda Sumsel untuk membatalkan rencana pengadaan 4 unit mobil mewah dan Pakaian Dinas Gubernur dan Wakil Gubernur tersebut,” pintanya.
Lebih lanjut dia menambahkan rakyat Sumsel masih lebih membutuhkan kebutuhan yang sifatnya prioritas seperti peningkatan layanan kesehatan, sarana dan prasarana Pendidikan, pemerataan pembangunan dan kebutuhan pemulihan ekonomi masyarakat.
“Kami juga meminta Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setda Sumsel untuk meminta maaf kepada masyarakat Sumsel karena telah membuat gaduh provinsi Sumsel dengan mengelola anggaran yang dianggap tidak tepat dan tidak pro rakyat ditengah himpitan ekonomi masyarakat sumsel saat ini,” tambahnya Sandi.
Sementara aksi tersebut disambut baik oleh Kasubag AKP Biro umum, Bernandi Saladin, yang mengapresiasi dan ucapkan terima kasih atas aspirasi yang disampaikan oleh kawan-kawan dari SIRA hari ini. Pihaknya berharap adanya kerjasama dalam pengawasan belanja pegawai khususnya di Biro Umum dan Perlengkapan Setda Provinsi Sumsel.
“Pengadaan 4 unit mobil tersebut sudah dijelaskan oleh Gubernur Sumsel, bukan untuk jabatan tetapi melainkan untuk operasional. Urgensinya, insyaallah pasti ada untuk operasional biar berjalan di Sekretariatan Daerah khususnya di Biro Umum dan Perlengkapan Setda Sumsel,” ucapnya.
“Aspirasi yang disampaikan hari ini, akan kami sampaikan kepada pimpinan, mudah-mudahan ada penjelasan yang dapat memuaskan rekan-rekan dari SIRA,” tutupnya Bernandi (Iin P).
![]()












