Sriwijayapertama.net Palembang – Gubernur Sumsel, Dr H Herman Deru SH MM, secara simbolis serahkan bantuan Sarana Prasaran (Sarpras) kepada masyarakat kelautan dan perikanan Tahun 2026 di Halaman Kantor Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumsel, Rabu (26/8/2026).
Dalam hal ini, yang dimaksud masyarakat kelautan dan perikanan tersebut diantaranya yaitu pembudidaya, nelayan dan pengolah produk perikanan atau pengelola dan pemasaran ikan (Poklahsar).
Bantuan Sarpras tersebut diberikan kepada kelompok masyarakat kelautan dan perikanan di 17 Kabupaten Kota se-Sumsel yaitu :
- Sebanyak 92 ribu benih ikan dan 60 ribu kilogram pakan serta 14 unit mesin pencetak pakan diberikan kepada 43 kelompok pembudidaya ikan.
- Sebanyak 64 mesin 6.5 PK diberikan kepada nelayan perairan umum daerah
- Sebanyak 12 mesin 24 PK dan 20 Coolbox diberikan kepada nelayan laut
- Sebanyak 22 chest freezer atau freezer box diberikan kepada 22 Poklahsar.
Kepala DKP Provinsi Sumsel, H Aries Irwan Wahyu SSTPi MSi, mengatakan bahwa meski hampir di semua daerah diterpa isu, tantangan dan kondisi fiskal yang sulit, namun Gubernur Sumsel, tetap berkonsisten mengalokasikan bantuan Sarpras tersebut.
“Sejak periode pertama sampai periode kedua, kepemimpinan H Herman Deru sebagai Gubernur Sumsel, komitmennya tidak pernah berubah. Tahun 2026 bantuan Sarpras tersebut diberikan kepada masyarakat kelautan dan perikanan di 17 Kabupaten Kota se-Sumsel,” katanya.
Ia bersyukur berkat dorongan Gubernur Sumsel, sektor kelautan dan perikanan berhasil menorehkan produksi di level nasional untuk 3 (tiga) komoditas unggulan.
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI), jumlah produksi ikan patin di Sumsel menempati peringkat 1 nasional, ikan lele peringkat 4 nasional dan ikan nila peringkat 9 nasional.
“Capaian ini menunjukan berperan pentingnya perikanan di Sumsel dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan perekonomian daerah,” ujarnya Aries.
Lanjut Aries sampaikan bahwa selain itu, Gubernur Sumsel juga berkomitmen kuat terhadap pembangunan pesisir. Hal ini ditandai dengan selama periode kepemimpinannya berhasil menambah luasan 1484,84 hektar hutan mangrove. Selain itu juga berhasil menetapkan kawasan konservasi perairan di dua Kabupaten.
“Upaya ini tidak hanya menjaga ekosistem, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan, menumbuhkan UMKM pesisir dan meningkatkan hasil tangkapan ikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia beberkan bahwa salah satu bukti keberhasilan pembangunan dipesisir yaitu melimpahnya populasi ikan yang ditandai dengan kembalinya ditemukan ikan tirusan yang sebelumnya sudah semakin langkah.
“Atas capaian pembangunan pesisir tersebut, Gubernur Sumsel masuk dalam nominasi Kepala Daerah yang mendapatkan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya bidang pembangunan kelautan dan perikanan Tahun 2025 dari Presiden RI,” bebernya Aries.
Penghargaan tersebut, merupakan hasil dari penilaian verifikasi lapangan oleh Setmilpres, Kemendagri dan KKP RI, sehingga Sumsel mendapatkan nilai tertinggi diatas delapan daerah penerima penghargaan yang ditetapkan melalui keputusan Presiden RI Nomor 126/TK Tahun 2025 dan disemartkan pada, 1 Juni 2026 oleh Menteri Dalam Negeri RI di Jakarta,” terangnya.
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kota se-Sumsel, karena capaian produktivitas dan penghargaan yang diraih oleh Pemprov Sumsel, merupakan hasil sinergitas, kerja keras dan kekompakannya,” tutupnya Aries (Iin F).
![]()












