Sebanyak 131 Siswa SPN Betung Resmi Ikuti Pendidikan Bintara SPKT Berbasis Karakter, Moral, dan Teknologi

Sriwijaya pertama.net Banyuasin — Polda Sumatera Selatan (Sumsel) secara resmi mengawali Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Betung, Senin (20/7/2026).

Sebanyak 131 siswa resmi memulai proses pendidikan untuk dipersiapkan menjadi personel Polri yang profesional, berintegritas, humanis, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagai garda terdepan pelayanan kepolisian.

Upacara pembukaan pendidikan dipimpin oleh Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rony Samtana SIK MTCP. Pada kesempatan tersebut, Wakapolda membacakan amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri yang menegaskan bahwa pendidikan merupakan tahapan strategis dalam membentuk sumber daya manusia Polri yang unggul, adaptif, profesional, serta mampu menjawab tantangan tugas kepolisian di era modern.

“Dalam amanat itu menekankan pentingnya membangun karakter Bhayangkara yang berintegritas, memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mendukung berbagai program prioritas nasional, termasuk ketahanan pangan dan penguatan pembangunan nasional,” katanya.

Ia sampaikan bahwa secara nasional, Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan SPKT Tahun Anggaran 2026 diikuti sebanyak 4.792 peserta didik yang tersebar di seluruh Sekolah Polisi Negara di Indonesia.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 131 siswa melaksanakan pendidikan di SPN Betung Polda Sumsel di bawah pembinaan Ka SPN Polda Sumsel, Kombes Pol Dr Ferry Harahap SIK MSi,” ungkapnya Wakapolda.

Lanjut Roni terangkan bahwa selama lima bulan ke depan, para peserta didik akan mengikuti pendidikan berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan, profesionalisme, integritas, kemampuan teknis kepolisian, penguatan literasi, pemanfaatan teknologi informasi, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

“Kurikulum tersebut dirancang untuk menghasilkan Bintara Polri yang mampu memberikan pelayanan prima, khususnya dalam pelaksanaan tugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu sebagai pintu masuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat,” ujarnya

Lebih lanjut dia menegaskan bahwa pendidikan pembentukan merupakan proses strategis dalam membangun fondasi karakter dan profesionalisme setiap calon anggota Polri.

“Seluruh peserta didik harus mengikuti setiap tahapan pendidikan dengan penuh disiplin, semangat, dan tanggung jawab. Jadikan lembaga pendidikan ini sebagai tempat membentuk integritas, kemampuan, dan jiwa pengabdian sehingga nantinya mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga kehormatan institusi Polri,” pesannya Wakapolda.

Sementara Kabid Humas Polda Sumsel Kombes, Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH mengatakan pendidikan pembentukan Bintara SPKT menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Polri yang unggul dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan masyarakat yang semakin dinamis.

“Sebanyak 131 siswa SPN Betung merupakan putra-putra terbaik yang telah melalui proses seleksi secara objektif, transparan, akuntabel, dan humanis. Mereka akan dibentuk menjadi personel Polri yang profesional, berintegritas, menguasai teknologi, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta mengedepankan pelayanan yang cepat, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujarnya.

Terakhir dia sampaikan, Polda Sumsel berkomitmen memastikan seluruh proses pendidikan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan, mengedepankan pembinaan yang berkualitas, bebas dari segala bentuk penyimpangan, serta berfokus pada pembentukan karakter Bhayangkara Presisi.

Kemudian melalui pendidikan ini, Polda Sumsel optimistis akan lahir generasi baru Bintara Polri yang memiliki kompetensi, integritas, dan dedikasi tinggi dalam mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul guna mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, kondusif, serta mendukung keberhasilan pembangunan nasional,” tutupnya Nandang (Ril/Iin P).

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *