Sumsel  

ABRI-1 Sumsel Salah Satu Peserta Parade perempuan Kebaya Kain Songket Terbanyak di Kota Palembang

Sriwijayapertama.net Palembang – Untuk memecahkan rekor muri dunia, DPD Perempuan Indonesia Maju Sumatera Selatan (Sumsel) gelar parade perempuan kebaya kain songket terbanyak di Care Free Day (CFD), Minggu (19/7/2026).

Peserta dalam parade perempuan kebaya kain songket terbanyak tersebut, diikuti oleh ribuan perempuan yang mewakili organisasi wanita dilingkungan TNI, Polri maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Palembang dan Sumatera Selatan (Sumsel).

Selain itu juga diikuti Organisasi Masyarakat (Ormas) lainnya, salah satunya DPW Amanah Bangsa Rakyat Indonesia Satu (ABRI-1) Provinsi Sumsel yang dipimpin langsung oleh Salmi Herwani selaku Ketua.

Kegiatan tersebut dihadiri secara langsung oleh Ketua Umum DPP PIM, Lana T Koentjoro, Ketua DPD PIM Sumsel, Hj Helen Ganefo SKeb MKes, Ketua TP PKK Provinsi Sumsel, Hj Febrita Lustia Herman Deru, Ketua TP PKK Kota Palembang, Hj Dewi Sastrani Ratu Dewa

Selan itu juga dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumsel, Dr H Apriyadi MSi dan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Palembang, Ir H Akhmad Bastari ST MT.

Ketua DPW ABRI-1 provinsi Sumsel, Salmi Herwani dengan sapaan akrabnya Bunda Ami mengatakan bahwa bukan hanya sekedar hanya memakai busana kebaya kain songketnya saja, tetapi sebagai ajang pengingat pentingnya menjaga budaya.

“Kebaya kain songket merupakan simbol keanggunan perempuan Indonesia khususnya Sumsel. Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa memicu semangat generasi muda untuk mencintai warisan budaya bangsa,” harapnya.

Dalam kegiatan ini, ia merasa bangga bisa mengikuti kegiatan ini, karena bisa bertanggung jawab untuk menjaga kebaya kain songket yang merupakan ciri khas Sumsel tetap hidup sehingga dikenal dan dicintai.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Ketua DPD PIM Sumsel yang telah menginisiasi kegiatan hari ini sehingga bisa menyatukan kaum perempuan yang berasal dari berbagai kalangan untuk mencatatkan Rekor Muri Dunia memakai kebaya kain songket terbanyak,” ungkapnya Bunda Ami.

Lebih lanjut Bunda Ami sampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini, tidak hanya untuk melestarikan budaya tetapi juga mendukung ekosistem ekonomi dan kerajinan perempuan lokal.

“Mewakili perempuan dari ABRI-1 Sumsel, kami akan selalu mendukung adanya kegiatan-kegiatan seperti ini karena tidak hanya bisa melestarikan budaya bangsa tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tutupnya Bunda Ami (Iin P).

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *