BANYUASIN,SRIWIJAYAPERTAMA.NET – Aksi nekat pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) ilegal hasil sulingan dari kawasan Sungai Angit, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)asih merajalela, hal ini terungkap. Pada Selasa (7/7/2026), dua mobil tangki yang diduga membawa BBM ilegal berhasil dihentikan oleh sekelompok wartawan di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin.
Yang menjadi sorotan tajam dalam insiden ini adalah adanya dugaan keterlibatan oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang secara terang-terangan mengawal peredaran BBM ilegal tersebut. Padahal, aktivitas pengolahan dan distribusi minyak sulingan dari wilayah Muba telah dilarang keras oleh pemerintah karena melanggar ketentuan migas, berbahaya bagi lingkungan, serta berpotensi membahayakan keselamatan publik.
Kronologi Penghentikan di Jalan Raya
Berdasarkan pantauan di lokasi, mobil tangki tersebut terlihat mencurigakan saat melintas di jalur utama Pangkalan Balai. Saat dihentikan untuk dimintai keterangan, para wartawan menemukan fakta bahwa kendaraan itu dikawal oleh seorang yang mengaku oknum TNI. Keberadaan aparat militer yang melindungi komoditas ilegal ini memicu pertanyaan besar mengenai integritas dan kedisiplinan anggota TNI.
“Sangat disayangkan jika ada oknum yang menyalahgunakan jabatannya untuk melindungi praktik ilegal yang sudah jelas-jelas dilarang,” ujar salah satu wartawan yang berada di lokasi kejadian.
Respon Aparat Kepolisian Dinilai Lamban
Menyikapi temuan di lapangan, tim media berusaha menghubungi pihak kepolisian setempat untuk konfirmasi lebih lanjut. Namun, upaya menghubungi Kapolres Banyuasin maupun Kasatreskrim Polres Banyuasin melalui saluran telepon resmi hingga berita ini diturunkan tidak ada jawaban atau tidak diangkat.
Kebuntuan komunikasi ini menambah kecurigaan publik terkait adanya “payung” perlindungan terhadap sindikat mafia BBM ilegal yang kian merajalela di perbatasan Banyuasin dan Muba.
Minyak Ilegal Sungai Angit Masih Merajalela
Peredaran minyak ilegal dari Sungai Angit memang masih menjadi masalah kronis di Sumatera Selatan. Meskipun aparat gabungan dari Polda Sumsel, Kodim, dan instansi terkait secara rutin melakukan razia dan pembongkaran gudang penampungan, modus operandi para pelaku terus berkembang.
Kawasan Sungai Angit di Kecamatan Babat Toman, Muba, dikenal sebagai salah satu pusat penyulingan minyak tradisional terbesar di Sumsel. Aktivitas ini sering kali menimbulkan bencana lingkungan, seperti tumpahan minyak ke sungai dan ledakan sumur bor ilegal yang telah memakan korban jiwa dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga berita ini diturunkan, identitas oknum TNI yang diduga terlibat masih dalam pendalaman. Masyarakat dan elemen pers mendesak agar pihak berwenang, baik dari jajaran Kepolisian maupun Markas Komando TNI, segera mengusut tuntas kasus ini. Penindakan tegas diharapkan dapat memutus mata rantai mafia BBM ilegal dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
![]()












