Kotabumi || SriwijayaPertama.net – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menggelar rapat lanjutan persiapan Lampung Fest Tahun 2025 di Ruang Siger Setdakab. Lampung Utara, Senin 3 November 2025.
Rapat dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Ahmad Alamsyah, M.M., dan diikuti oleh perwakilan perangkat daerah terkait.
Dalam arahannya, Asisten II menyampaikan bahwa Lampung Fest merupakan ajang penting untuk memperkenalkan potensi daerah, terutama sektor ekonomi kreatif, pertanian dan pariwisata. Ia menegaskan perlunya sinergi dan koordinasi antar-OPD agar seluruh persiapan dapat berjalan sesuai rencana.
“Setiap OPD harus mengambil peran aktif. Pastikan semua persiapan, baik teknis maupun non-teknis, berjalan lancar sehingga Lampung Utara dapat tampil maksimal dan membanggakan,” ujarnya.
Rapat membahas berbagai hal penting, termasuk kesiapan peserta, penataan stand pameran, penampilan seni dan budaya, serta dukungan promosi daerah.
Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berkomitmen menampilkan yang terbaik dalam Lampung Fest 2025 sebagai bentuk kontribusi untuk memajukan citra dan potensi daerah di tingkat provinsi.
(Ris/Arson)
Banyuasin,sriwijayapertama.net — Pemerintah telah mengucurkan anggaran Dana BOS di setiap sekolah dengan nilai puluhan juta rupiah guna membantu operasional yang ada di sekolah-sekolah. Di SDN 24 Rantau Bayur, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Propinsi Sumatra Selatan dikabarkan ada pungutan dana yang diduga di lakukan oleh Kepala Sekolah bekerja sama dengan oknum guru. Pungutan dana tersebut diduga berlangsung setiap hari dengan nominal Rp 2000 persiswa dengan dalih uang khas. Hal ini disampaikan salah satu wali murid yang gan di sebutkan nama dan indititadnya menyampaikan bahwa bagi siswa yang tidak bayar di ancam akan di firalkan di FB. …
Banyuasin, sriwijayapertama.net — Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Banyuasin, Dra. Yosi Zartini, MM, memberikan klarifikasi tegas terkait isu Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan ASN PPPK dan beberapa kepala sekolah (kepsek) di wilayah tersebut. Yosi menegaskan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui adanya agenda pertemuan di sebuah hotel karena saat kejadian dirinya sedang melaksanakan tugas dinas luar (DL). Klarifikasi ini disampaikan Yosi untuk meluruskan berbagai isu liar yang beredar di masyarakat, termasuk dugaan bahwa dirinya sengaja menghindar atau menghilang pasca-kejadian. “Saya tegaskan, saya tidak mengetahui sama sekali agenda di hotel tersebut. Karena saya tidak tahu, agenda itu bisa dikatakan tidak sah atau ilegal. Selain itu, saat kejadian saya sedang melaksanakan dinas luar (DL), tidak berada di lokasi, dan bukan menghilang seperti yang diisukan ,” tegas Yosi, Selasa (22/9/2026). Yosi menjelaskan bahwa sebagai pimpinan dinas, setiap agenda resmi seharusnya terkoordinasi dengan baik. Ketidaktahuannya terhadap pertemuan yang berujung OTT tersebut menjadi bukti bahwa ia tidak terlibat atau pun memberi restu terhadap kegiatan yang diduga bermasalah itu. …
Palembang, sriwijayapertama.net — Gerakan Pemuda Mahasiswa Sumatera Selatan (GAASS) menyatakan keprihatinan sekaligus memberikan perhatian serius terhadap dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan terhadap 28 kepala sekolah asal Kabupaten Banyuasin di salah satu hotel di Kota Palembang pada Kamis, 17 September 2026. Informasi mengenai OTT tersebut telah dibenarkan oleh Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Donny Satriya Sembiring. Para kepala sekolah yang diamankan kemudian menjalani pemeriksaan oleh penyidik untuk mendalami perkara serta peran masing-masing pihak. Wahyu Ketua GAASS Banyuasin, menilai bahwa pengungkapan perkara ini tidak boleh berhenti hanya pada 2 Tersangka Oknum ASN Dinas Pendidikan Kab. Banyuasin. Apabila dalam proses penyidikan ditemukan adanya pihak yang memerintahkan, mengkoordinasikan, menerima, menikmati, atau memiliki peran dalam dugaan praktik tersebut, maka seluruh pihak yang memenuhi unsur hukum harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. GAASS secara khusus mendesak Kapolda Sumatera Selatan untuk memastikan penyidik mengusut secara menyeluruh siapa aktor intelektual atau pihak yang diduga menjadi pengendali di balik perkara tersebut.18 -9/206 Ketua GAASS Banyuasin Wahyu menyampaikan bahwa publik membutuhkan penjelasan yang transparan mengenai bagaimana kegiatan yang diikuti puluhan kepala sekolah tersebut dapat berkaitan dengan perkara yang berujung pada OTT. “Kami meminta Polda Sumsel tidak hanya melihat siapa yang berada di lokasi saat OTT. Yang jauh lebih penting adalah mengungkap siapa yang diduga menginisiasi, mengkoordinasikan, memerintahkan, dan menerima aliran uang apabila memang ditemukan adanya tindak pidana,” tegas GAASS. GAASS juga meminta agar proses hukum dilakukan secara profesional, objektif, transparan dan berdasarkan alat bukti yang sah. Terhadap 28 kepala sekolah maupun pihak lainnya, GAASS menegaskan bahwa status hukum harus ditentukan berdasarkan hasil penyidikan dan bukti yang diperoleh, bukan berdasarkan opini atau tekanan publik. GAASS memandang bahwa apabila dugaan perkara ini berkaitan dengan pengelolaan anggaran pendidikan, kegiatan sekolah, pungutan, atau bentuk transaksi lainnya, maka penyidik perlu menelusuri asal-usul uang, tujuan pembayaran, pihak yang menginisiasi kegiatan, pihak yang mengkoordinasikan, pihak yang menerima uang, serta kemungkinan adanya aliran dana kepada pihak lain. GAASS MENYAMPAIKAN DESAKAN:…