Banyuasin Sriwijaya pertama.net– Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia, bulan yang penuh dengan kebaikan dan Keberkahan. Bulan Ramadhan dilaksanakan dengan puasa sebulan penuh oleh seluruh Umat Muslim di seluruh dunia.
Dalam Hali ini, menjelang bulan suci ramadhan, Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa Putra SIK beserta Ketua Bhayangkari mengucapkan Selamat menyambut bulan suci Ramadhan 1445 H / 2024.
“Marilah kita sambut datangnya bulan yang suci ini dengan kebersihan dan kemurnian hati. Kiranya Allah meridhoi setiap amalan dan ibadah kita, ramadhan merupakan bulan penuh hikmah dan sebagai Wahana umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT”, Ujar kapolres.
“Marhaban ya ramadhan, Saya Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa Putra SIK beserta keluarga besar Polres Banyuasin, mengucapkan selamat menyambut dan menunaikan ibadah puasa 1445 H 2024, semoga amal ibadah kita di bulan suci ini diterima Allah SWT,” Pungkas dia.
Dalam pesan singkatnya, Kapolres Banyuasin juga menghimbau Kepada seluruh masyarakat Banyuasin, agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan puasa, sehingga kesucian bulan Ramadhan tetap terjaga sampai dihari yang fitri. (anton)
Palembang, sriwijayapertama.net — Gerakan Pemuda Mahasiswa Sumatera Selatan (GAASS) menyatakan keprihatinan sekaligus memberikan perhatian serius terhadap dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan terhadap 28 kepala sekolah asal Kabupaten Banyuasin di salah satu hotel di Kota Palembang pada Kamis, 17 September 2026. Informasi mengenai OTT tersebut telah dibenarkan oleh Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Donny Satriya Sembiring. Para kepala sekolah yang diamankan kemudian menjalani pemeriksaan oleh penyidik untuk mendalami perkara serta peran masing-masing pihak. Wahyu Ketua GAASS Banyuasin, menilai bahwa pengungkapan perkara ini tidak boleh berhenti hanya pada 2 Tersangka Oknum ASN Dinas Pendidikan Kab. Banyuasin. Apabila dalam proses penyidikan ditemukan adanya pihak yang memerintahkan, mengkoordinasikan, menerima, menikmati, atau memiliki peran dalam dugaan praktik tersebut, maka seluruh pihak yang memenuhi unsur hukum harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. GAASS secara khusus mendesak Kapolda Sumatera Selatan untuk memastikan penyidik mengusut secara menyeluruh siapa aktor intelektual atau pihak yang diduga menjadi pengendali di balik perkara tersebut.18 -9/206 Ketua GAASS Banyuasin Wahyu menyampaikan bahwa publik membutuhkan penjelasan yang transparan mengenai bagaimana kegiatan yang diikuti puluhan kepala sekolah tersebut dapat berkaitan dengan perkara yang berujung pada OTT. “Kami meminta Polda Sumsel tidak hanya melihat siapa yang berada di lokasi saat OTT. Yang jauh lebih penting adalah mengungkap siapa yang diduga menginisiasi, mengkoordinasikan, memerintahkan, dan menerima aliran uang apabila memang ditemukan adanya tindak pidana,” tegas GAASS. GAASS juga meminta agar proses hukum dilakukan secara profesional, objektif, transparan dan berdasarkan alat bukti yang sah. Terhadap 28 kepala sekolah maupun pihak lainnya, GAASS menegaskan bahwa status hukum harus ditentukan berdasarkan hasil penyidikan dan bukti yang diperoleh, bukan berdasarkan opini atau tekanan publik. GAASS memandang bahwa apabila dugaan perkara ini berkaitan dengan pengelolaan anggaran pendidikan, kegiatan sekolah, pungutan, atau bentuk transaksi lainnya, maka penyidik perlu menelusuri asal-usul uang, tujuan pembayaran, pihak yang menginisiasi kegiatan, pihak yang mengkoordinasikan, pihak yang menerima uang, serta kemungkinan adanya aliran dana kepada pihak lain. GAASS MENYAMPAIKAN DESAKAN:…