Perumda Tirta Musi Palembang Sudah Melakukan Teguran Dan PT. PAP Sudah Menindaklanjuti Warga Terdampak Proyek Pemasangan Pipa Transmisi Air Bersih

Oplus_131072

Sriwijayapertama.net Palembang – Dalam upaya untuk menambah kapasitas jaringan air bersih di Kota Palembang, Perumda Tirta Musi melakukan pemasangan pipa transmisi air bersih di beberapa wilayah di Kota Palembang.

Beberapa wilayah tersebut yaitu di Jalan H M Noerdin Pandji, Jalan Sako Baru Jalan Pangeran Ayin, Jalan Siaran, Jalan Sematang Borang, Jalan Mayor Zen dan Jalan Taqwa Mata Merah Kota Palembang.

Dalam Proyek pemasangan pipa transmisi air bersih tersebut, PT Perdana Abadi Perkasa (PAP) selaku perusahaan sebagai pelaksana telah melakukan pengerjaannya sesuai dengan prosedur.

Ketua Tim Pengawas, Agus Juliansyah mengatakan bahwa proyek ini, menggunakan anggaran internal Perumda Tirta Musi Palembang yang sudah dianggarkan melalui Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2026. Pekerjaan proyek ini sudah ada pendampingan dari Datun Kejari Palembang.

“Proyek pemasangan pipa transmisi air bersih ini terhitung dimulai Maret 2026 dan target penyelesaiannya 6 (enam) bulan dengan nilai proyek sebesar Rp 33.360.238.000.00 yang bersumber dari RKA Perumda Tirta Musi Tahun 2026,” katanya.

Terkait adanya plang proyek, Ia terangkan bahwa sudah menjadi kewajiban bagi kontraktor untuk menyediakan dan memasangnya dilokasi proyek sebelum melaksanakan pengerjaannya, demi transparansi publik.

“Dalam pengerjaan proyek ini, kami selalu menekankan kepada pihak pelaksana, harus menjaga Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terutama yang efeknya langsung berdampak pada kelancaran arus lalu lintas bagi pengguna jalan,” ujarnya Agus.

Lanjut Agus ungkapkan bahwa terkait dengan adanya laporan dari masyarakat yang terdampak oleh proyek tersebut, pihaknya sudah melakukan teguran terhadap pelaksana proyek dan dipantau secara rutin oleh tim pengawas.

“Untuk kerugian secara non teknis dan moril dalam proyek ini terkait dengan adanya image Perumda Tirta Musi Palembang, agak kurang baik di mata masyarakat, efek dari pelaksanaan pengerjaan yang kurang rapi di titik-titik tertentu seperti kurangnya tanda rambu kerja dan adanya masyarakat yang terdampak,” ungkapnya.

Dalam hal ini pihaknya sadari, karena pengerjaan proyek ini malam hari dan selesainya subuh, mungkin secara teknis masih banyak kekurangannya dan yang jelas secara umum, sepanjang rute jalan, adanya pekerjaan proyek ini, sudah tersedia tanda rambu kerja.

“Untuk mencegah adanya kelalaian dalam pekerjaan proyek ini, kami secara rutin setiap hari, mengingatkan baik melalui WhatsApp groub maupun secara langsung kepada pelaksana proyek harus mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan pekerjaan dan kontrak,” tegasnya Agus.

Sementara Asisten Pelaksana PT PAP, Orlando elnarth Simanungkalid dengan sapaan akrabnya ucok mengatakan bahwa terkait dengan adanya laporan masyarakat yang terdampak oleh adanya pekerjaan proyek ini, menjadi tanggung jawab PT. PAP. Dalam laporan tersebut, air sumur milik warga berubah warna dan memiliki rasa atau bau tidak sedap.

“Dalam hal ini, kami sudah bertemu langsung kepada warga tersebut dan memberikan solusi, selama pekerjaan proyek itu berjalan kami berikan air bersih secara langsung langsung dan juga membayar tagihan air ledeng karena sumurnya tidak bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Terakhir dia sampaikan terkait dengan sumur warga yang airnya berubah warna dan adanya bau tidak sedap, nantinya setelah selesai proyek ini, akan dirembukkan lagi dan rencana pihaknya akan menguras sumur tersebut. Terkait dengan papan plang proyek ini, awalnya ada di jalan mata merah (titik nol proyek) dan dipindahkan di Jalan H M Noerdin Pandji.

“Untuk masalah non teknis Diwilayah pekerjaan proyek kita sudah memiliki izin dari pihak Kecamatan dan Kelurahan. Sedangkan untuk pelaksanaannya sudah kita lakukan sesuai dengan SOP dan adanya komplain warga sudah ditindaklanjuti,” tutupnya Ucok (Iin P).

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *