Sriwijayapertama.net Palembang – Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan (Sumsel) secara resmi mengundurkan jadwal rencana aksi damai yang diikuti ribuan pengemudi ojek online (ojol) di Palembang. Agenda aksi yang semula dijadwalkan pada Senin, 21 September2026, kini digeser menjadi Senin, 28 September 2026.
Penundaan agenda rencana aksi damai yang akan digelar di Gedung DPRD Kota Palembang, karena diketahui para anggota dewan sedang melaksanakan dinas luar kota hingga beberapa hari kedepan.
Keputusan diundurnya jadwal rencana aksi damai tersebut diambil dalam rapat ADO Sumsel yang digelar di Sekretariat DPD ADO Sumsel, Jalan Hoki Blok D 06, Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang Sabtu (19/9/2026).
Puluhan driver ojol dari sejumlah aplikator, di antaranya Gojek, Grab, Maxim, dan Shopee, hadir dalam pertemuan tersebut. Rapat diikuti para ketua komunitas dan ketua umum paguyuban untuk membahas persiapan aksi damai.
Ketua DPD ADO Sumsel, Muhammad Asrul Indrawan mengatakan perubahan agenda rencana aksi damai tersebut juga dikarenakan, ADO sedang fokus dalam kegiatan terkait dengan adanya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) saat ini.
“Karhutla tersebut menyebabkan kabut asap pekat, sehingga berdampak terhadap kondisi pengemudi ojol dan berimbas berkurangnya pendapatan mereka, karena masyarakat mengurangi aktivitas diluar rumah,” katanya.
Lanjut ia juga ungkapkan bahwa kondisi tersebut diperparah adanya kebijakan work from home (WFH) bagi Pegawai Pemerintah dan sekolah daring atau pembelajaran jarak jauh sehingga mengurangi aktivitas masyarakat.
“Adanya kebijakan tersebut sangat berpengaruh terhadap permintaan layanan transportasi online, karena baik siswa maupun pegawai pemerintah melaksanakan aktivitasnya di rumah,” ungkapnya Asrul.
Lebih lanjut Asrul beberkan bahwa Minggu ini pihaknya sedang fokus terhadap Karhutla yang berdampak terhadap orderan pengemudi ojol dengan membawa persoalan tersebut baik kepada Pemerintah Kota Palembang maupun pemerintah provinsi Sumsel.
“Minggu ini kita fokuskan dulu persoalan tersebut dan pada 28 September 2026 mendatang baru kita melaksanakan aksi damai,” ujarnya.
Meskipun agenda aksi diundur, dia juga memastikan jumlah massa yang akan dikerahkan tetap sama. ADO Sumsel menargetkan sekitar 2.000 pengemudi ojol, terdiri dari pengemudi roda dua maupun roda empat.
“Untuk massa aksi nanti tetap tidak berubah, sebanyak 2.000 orang, kita kerahkan dari seluruh ojol roda dua maupun roda empat. Kit pastikan tidak ada pengurangan massa dalam aksi damai di Gedung DPRD Kota Palembang nanti,” Tandasnya Asrul (Iin F).
![]()












