Sriwijayapertama.net Palembang – Puluhan warga RT.22 RW.05 Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Kota Palembang, Rabu (22/7/2026) kemarin, gelar aksi demo di Halaman Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terkait adanya kerusakan rumah warga diduga disebabkan oleh aktivitas kontruksi pembangunan Gedung Mandiri Financial Center (MFC).
Pembangunan gedung MFC yang berlokasi di Jalan Kapten A Rivai Kota Palembang dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk bersama APG (KSO) selaku kontraktor utama.
Sebelum adanya aksi demo tersebut sudah ada pertemuan antara kedua belah pihak yaitu pihak perusahaan dengan beberapa warga yang terdampak oleh aktivitas pembangunan MFC.
Dalam hal ini, QHSE PT Adhi Karya, Dodi mengatakan bahwa sejak dimulainya kontruksi pembangun gedung MFC, pihaknya sudah menampung keluhan-keluhan warga baik kebisingan maupun adanya rumah yang rusak.
“Rumah yang rusak tersebut sudah kami data, ada rusak ringan, sedang dan berat dan jumlahnya 26 rumah. Setelah dilakukan penghitungan sesuai kerusakan, kami rapat dan kemudian kami siapkan nilai ganti ruginya,” katanya kepada awak media, Kamis (23/7/2026).
Ia beberkan bahwa terkait ganti rugi untuk kerusakan rumah, ada beberapa warga yang hanya meminta perbaikan rumah saja dan pihaknya turuti permintaan tersebut.
“Semua rumah warga yang hanya meminta perbaikan sudah kami dikerjakan dan masih berjalan, namun ada sebagian yang tidak mau diperbaiki dan minta ganti rugi dengan uang dan belum ada kesepakatan,” bebernya Dodi.
Lanjut Dodi ungkapkan bahwa permintaan ganti rugi rumah yang rusak dan belum ada kesepakatan tersebut sekitar ada 10 rumah. Terkait dengan nilai yang diminta oleh warga tersebut pihaknya menganggap berlebihan.
“Belum adanya kesepakatan nilai yang diminta tersebut kami tetap akan melakukan upaya mencari jalan tengahnya, dengan melakukan musyawarah dengan warga, agar nilai yang diganti sesuai dengan kerusakan,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia sampaikan bahwa pembangunan gedung MFC ini ditargetkan Oktober 2026 mendatang sudah selesai.
“Saat ini kita mengejar target pembangunan gedung MFC, Oktober 2026 sudah selesai dan semua permasalahan yang ada juga terselesaikan,” ujarnya Dodi.
Terakhir Dodi tambahkan, menanggapi aksi demo yang dilakukan warga tersebut “wajar-wajar saja, karena mereka mempunyai hak kebebasan untuk menyampaikan aspirasinya,” tandasnya Dodi (Iin P).
![]()












