Halte Bank Sumsel Babel di Kecamatan Suak Tapeh Memprihatinkan, Aktivis Banyuasin Soroti Dugaan Pembiaran Fasilitas Publik 

Banyuasin, Sriwijayapertama.net – Kondisi Halte Bank Sumsel Babel di Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, menuai sorotan. Berdasarkan pantauan di lokasi, halte yang seharusnya menjadi tempat masyarakat menunggu angkutan umum terlihat tidak terawat, minim fasilitas, serta diduga tidak lagi memberikan kenyamanan bagi pengguna. Senin(6/7/2026)

 

Dari kondisi fisik yang tampak, halte tersebut tidak memiliki bangku atau tempat duduk yang layak bagi masyarakat yang sedang menunggu kendaraan. Selain itu, cat bangunan terlihat memudar dan mengelupas, sementara beberapa bagian rangka besi tampak berkarat. Kondisi tersebut menimbulkan kesan kurang adanya pemeliharaan terhadap aset fasilitas umum yang dibangun untuk kepentingan masyarakat.

 

Ironisnya, masyarakat yang berada di lokasi tampak memilih duduk di bibir halte maupun di lantai karena tidak tersedianya fasilitas tempat duduk. Padahal, fungsi utama halte adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna transportasi umum.

 

Menanggapi kondisi tersebut, Aktivis Banyuasin, Hardaya, menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, kondisi halte tersebut menjadi cerminan lemahnya perhatian terhadap pemeliharaan fasilitas publik.

 

> “Halte ini dibangun menggunakan anggaran yang bersumber dari uang rakyat. Sangat disayangkan jika dibiarkan rusak dan tidak terawat. Fasilitas umum bukan hanya sekadar dibangun, tetapi juga harus dipelihara agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Hardaya.

 

 

 

Ia juga meminta instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi terhadap kondisi halte tersebut, termasuk memperbaiki fasilitas yang rusak serta menyediakan tempat duduk yang layak bagi masyarakat.

 

“Jangan sampai fasilitas publik hanya menjadi pajangan tanpa fungsi. Pemerintah daerah maupun pihak terkait perlu turun langsung melihat kondisi di lapangan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang semestinya,” tambahnya.

 

Masyarakat berharap pemerintah dan instansi yang bertanggung jawab segera mengambil langkah konkret dengan melakukan perbaikan, pengecatan ulang, serta melengkapi fasilitas halte agar kembali berfungsi sebagaimana mestinya.

 

 

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *