Sriwijayapertama.net Palembang – Dalam rangka memperingati HUT Kota Palembang ke-1343 Pengurus Daerah Perkumpulan Filateli Indonesia (PFI) Sumatera Selatan (Sumsel) gelar Festival Budaya dan Pameran Filateli di Atrium Palembang Square, Sabtu (20/6/2026).
Dalam festival tersebut digelar beberapa kegiatan diantaranya yaitu Pemilihan duta Filateli Sumsel, Lomba menulis pos untuk Walikota Palembang, Melukis presiden Republik Indonesia, Workshop dan Sosialisasi Filateli, Bazar benda Filateli, Bazar kuliner tradisional Sumsel dan Pertunjukan Seni Budaya.

Ketua PD PFI Sumsel, H M Affan Prapanca mengatakan kegiatan ini merupakan kolaborasi dari Dinas Pendidikan Kota Palembang dengan PD PFI Sumsel dan Kota Palembang.
“Melalui kegiatan ini, kita akan mencoba mengenalkan kembali filateli atau lebih familier yaitu prangko, kartu pos, surat-surat naskah lama, sampul hari pertama dan benda-benda pos lainnya,” ucapnya.
Ia berharap dengan mengedukasi anak-anak melalui benda-benda sejarah ini akan tumbuh minat bakatnya untuk memahami dan mempelajari tentang sejarah. Filateli merupakan suatu hobi mengoleksi benda bersejarah khususnya barang-barang dari Pos Indonesia.
“Semoga melalui kegiatan ini, selain memperingati HUT Kota Palembang, akan muncul anak-anak di Kota Palembang khususnya dan Sumsel pada umumnya yang semakin peka, memahami dan menghargai nilai-nilai kesejarahan dan budaya,” harapnya. Affan.
Lanjut Affan yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang mengungkapkan bahwa dalam pameran ini, pihaknya banyak menampilkan surat dokumen dan prangko seri Tahun lama.
Selain itu pihaknya juga menyelenggarakan lomba untuk anak-anak yaitu menulis surat kepada Walikota Palembang, melukis wajah Prabowo Subianto. Sebelumnya telah mengadakan lomba cerdas cermat antara anak-anak SD dan SMP se-Kota Palembang.
“Melalui kegiatan ini, kita benar-benar memanfaatkan event memeriahkan HUT Kota Palembang dengan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bertemakan tentang pendidikan,” ungkapnya.
Sementara Sekjen PD PFI Sumsel, Abdullah Fadli menambahkan bahwa benda-benda pos yang menjadi koleksi dan dipamerkan hari ini berasal dari para kolektor nasional maupun internasional.
Lanjut dia beberkan benda-benda pos yang dikoleksi dalam pameran ini paling tua Tahun 1933 yaitu Kartu Pos pengiriman dari Nederland ke Bandung.
“Kepada masyarakat Kota Palembang dan Sumsel, yang selama ini mereka merupakan Filateli bingung mau kemana, ayo bergabung, karena saat ini PFI kembali eksis di Sumsel,” tutupnya Fadli (Iin P).
![]()












