Palembang Sriwijayapertama.net – beredarnya pemberitaan dibeberapa media online dan media sosial (Medsos) terkait anak seorang marbot terancam tidak bisa ikut ujian semester karena belum melunasi uang komite, menjadi sorotan publik karena mencederai dunia pendidikan.
Beredarnya pemberitaan tersebut, Kepala SMK Negeri Sumatera Selatan (Sumsel), Drs H Zulkarnain MT, angkat bicara dan berikan klarifikasi saat dikonfirmasi oleh beberapa awak media, Senin (1/6/2026).
“Saya kaget dengan adanya pemberitaan tersebut, karena tidak ada konfirmasi dari orang tua siswa tersebut sementara selama ini kita telah fokus dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik,” ucapnya.
Sampai saat ini, pihaknya telah melayani segala aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler tanpa memandang orang tua siswa memberikan sumbangsih atau tidak.
“Pada saatnya sesuai dengan jadwal, semua peserta didik di SMKN Sumsel mengikuti ujian semesteran dan tidak ada satu pun yang kita berhentikan atau keluarkan, karena tidak menyumbang dana komite,” ujarnya Zul.
Lanjut Zul ungkapkan bahwa orang tua siswa datang ke sekolah dan langsung meminta maaf dan menjelaskan terkait adanya pemberitaan tersebut
“Orang tua siswa tidak menyangka adanya pemberitaan tersebut, karena hanya meminta tolong untuk sampaikan bahwa anaknya belum mendapatkan nomor peserta ujian semesteran,” ungkapnya.
Kemudian kepada orang tua siswa tersebut dia terangkan bahwa saat ini sedang proses pembagian nomor peserta ujian sedang berjalan sampai dengan hari Selasa. Tidak ada siswa yang tidak dibagikan nomor peserta ujian semesteran.
“Jika pada saat pelaksanaan semesteran nanti belum juga mendapatkan nomor baru boleh ngomong sekolah tidak memberikan. Sampai saat inikan masih dalam proses pembagian nomor peserta ujian semesteran,” terangnya
“Orang tua siswa tersebut beranggapan sekolah tidak memberikan nomor peserta ujian semesteran, karena sampai anaknya belum mendapatkan nomor tersebut,” lanjutnya.
Lebih lanjut Zul tegaskan bahwa pihaknya tidak akan pernah menghalangi dan menghambat hak-hak siswa di sekolah ini. Semua peserta didik, baik yang memberikan sumbangan atau tidak, boleh mengikuti ujian semesteran.
“Kami tidak pernah menghambat hak-hak siswa karena tidak memberikan sumbangan dana komite dan Kami tidak pernah memaksakan sumbangan tersebut kepada peserta didik,” tegasnya.
Dia sampaikan pesan bahwa yakinlah dirinya tidak akan berbuat dengan hal yang macam-macam, karena dengan visinya untuk membangun SMKN Sumsel ini tidak mudah.
“Sejak menjabat menjadi Kepala SMKN 4 Sumsel ini, dari 4 menjadi 7 keahlian kompetensi dan jumlah siswanya dari 600 menjadi 1000 lebih sampai saat ini. Artinya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah ini luar biasa,” jelasnya.
“Sedang untuk kepercayaan industri, SMKN Sumsel sudah bekerja sama hampir 150 industri untuk 4 keahlian kompetensi. Oleh karena itu komitmen saya untuk sekolah ini sudah luar biasa,” tandasnya Zul (Iin P)
![]()












