Ini Ungkapnya Pihak Pelaksana Proyek Drainase di Kalidoni Atas Beredarnya Pemberitaan di Salah Satu Media Online

Palembang Sriwijayapertama.net – Pihak pelaksana pekerjaan proyek drainase/saluran air milik Dinas PU PSDA Kota Palembang, di Jalan Azhari, Kecamatan Kalidoni, membantah tegas berbagai tudingan yang dimuat dalam pemberitaan salah satu media online terkait dugaan pekerjaan asal-asalan dan tidak transparan.

Hal tersebut dibantahnya saat dikonfirmasi beberapa awak media, Selasa (26/5/2026).

Menurut pihak pelaksana diwakili Yudi, selaku pengawas lapaangan CV Cipta Anugrah, yang mengatakan bahwa informasi yang beredar tersebut dinilai tidak utuh dan tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Proyek tersebut sampai saat ini, tetap berjalan sesuai prosedur teknis dan berada dalam pengawasan langsung oleh instansi terkait,” tegasnya.

Terkait tudingan tidak adanya plang proyek, ia jelaskan bahwa papan informasi proyek sebelumnya telah dipasang di lokasi pekerjaan. Namun dalam proses pengerjaan di lapangan, posisi plang sempat dipindahkan sementara guna menghindari kerusakan akibat aktivitas alat dan mobilitas material proyek.

“Bukan berarti proyek ini tidak jelas atau tidak memiliki administrasi. Semua dokumen pekerjaan lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya Yudi.

Lanjut Yudi juga membantah tuduhan bahwa pekerjaan dilakukan asal-asalan. Mereka menilai kondisi proyek yang belum rapi adalah hal wajar karena pekerjaan masih dalam tahap pelaksanaan dan belum memasuki tahap finishing akhir.

Beberapa poin bantahan yang disampaikannya yaitu

  1. Material yang digunakan telah disesuaikan dengan spesifikasi teknis pekerjaan.
  2. Pekerjaan masih berjalan dan belum dilakukan serah terima hasil akhir.
  3. Pengawasan dilakukan oleh konsultan pengawas dan dinas terkait.
  4. Sistem drainase dibangun berdasarkan kebutuhan teknis untuk mengurangi genangan di wilayah tersebut.
  5. Kondisi lokasi proyek yang padat aktivitas masyarakat membuat proses pekerjaan dilakukan bertahap demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Selain itu, pihaknya menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai terlalu cepat menyimpulkan adanya dugaan penyimpangan tanpa melakukan konfirmasi secara menyeluruh kepada semua pihak terkait.

“Kritik tentu kami terima sebagai bentuk kontrol sosial. Namun pemberitaan juga seharusnya mengedepankan asas praduga tak bersalah dan melakukan konfirmasi berimbang,” pintanya

Terakhir dia menambahkan bahwa pihaknya memastikan apabila ditemukan kekurangan teknis di lapangan, hal tersebut akan diperbaiki sebelum proyek dinyatakan selesai 100 persen.

“Dalam pekerjaan proyek ini, kami berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai standar mutu dan target yang telah ditentukan pemerintah,” tandasnya Yudi (Ril/Iin P).

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *