Palembang Sriwijayapertama.net – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sumatera Selatan (Sumsel) gelar konferensi pers dengan awak media, Jum’at (17/4/2026), terkait pelaksanaan program Remaja Bernegara (RBN).
Program ini merupakan edukasi politik berbasis edutainment untuk anak muda yang berfokus pada simulasi demokrasi, pembuatan kebijakan, dan tata kelola bernegara.
Kegiatan yang akan diikuti 79 peserta m dilaksanakan di Sekretariat DPW Partai Nasdem Sumsel pada 26 April 2026 mendatang secara resmi akan dibuka oleh Dr H Herman Deru selaku Ketua DPW Partai Nasdem Sumsel.
Sekretaris DPW Partai Nasdem, H Nopianto SSos MM, mengatakan bahwa program RBN ini merupakan program berkelanjutan Partai Nasdem mulai dari tingkat pusat sampai tingkat Provinsi dan Kabupaten Kota.
“Program RBN Partai Nasdem ini merupakan program simultan jangka panjang yang bertujuan mengenalkan sistem demokrasi dan tata kelola negara melalui simulasi untuk anak-anak remaja yang akan masuk masa pilih,”katanya.
Ia sampaikan bahwa peserta dalam program ini akan diikuti oleh anak-anak remaja atau pelajar yang masih mengenyam pendidikan ditingkat SMA dan SMK.
“Melalui kegiatan ini, 79 peserta akan mengikuti simulasi kegiatan parlemen sesungguhnya dimana mereka akan menjadi anggota DPRD, Kepala Daerah beserta wakil dan Sekretaris Daerah,” ujarnya Nopianto.
Lanjut Novianto terangkan bahwa pentingnya kegiatan ini, karena adanya sikap apatisme masyarakat khususnya generasi muda terkait dengan persoalan politik yang berkembang ditengah masyarakat, politik itu kotor dan jahat.
“Kita berharap dengan dilaksanakan program RBN Partai Nasdem ini, dapat meningkatkan kapasitas dan memberikan wawasan maupun pengetahuan baru terkait dengan masalah politik, sehingga kedepannya tidak ada lagi sikap apatisme tersebut,” terangnya.
Lebih lanjut dia ungkapkan bahwa mereka yang mengikuti kegiatan ini, adalah pemilih pemula, yang sangat strategis dan menentukan karena jumlahnya cukup banyak.
“Oleh karena itu tugas kita sebagai bagian eksekusi publik, memberikan pembelajaran dan pemahaman mengenai pendidikan politik, sehingga pada saat masuk dalam usia mata pilih, mereka bisa memanfaatkan dengan baik dalam menentukan proses politik kedepan,” ungkapnya Nopianto.
Terakhir Nopianto tambahkan bahwa ketika sudah memiliki hak pilih, mereka merupakan bagian dari yang ikut menentukan arah bangsa ini kedepan.
“Kalau mereka tidak dibekali dengan wawasan dan pengetahuan yang cukup untuk memilih orang-orang yang tepat dalam semua sektor baik Parlemen, Kepala Negara maupun Kepala Daerah, bagaimana nasib bangsa ini kedepannya,” tutupnya Nopianto (Iin P).
![]()












