Sriwijayapertama.net Palembang – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21, Penggiat Indonesia Bebas Narkoba (PIBN) Sumatera Selatan (Sumsel) gelar seminar edukasi anti narkoba di Hotel Wisata Palembang, Rabu (28/102026).
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel dan Polda Sumsel tersebut diikuti oleh peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat Kota Palembang, secara resmi dibuka oleh Ketua Umum PIBN H. Eftiyani, SH.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan seminar tersebut yaitu Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol. Hisar Siallagan, S.I.K., M.M dan Kompol Paulina Panjaitan, S.H., didampingi Iptu Sutra Effendi dari unsur Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumsel.
Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol. Hisar Siallagan mengatakan bahwa kegiatan ini, sangat bagus, untuk meningkatkan literasi bagi para pelajar mulai dari tingkat SMP dan SMA, serta mahasiswa hingga masyarakat Kota Palembang.
“Dengan kondisi peredaran dan penyalagunaan narkoba yang memprihatinkan saat ini dengan angka prevalensi 5 persen, maka harus dilawan dengan kesadaran dan perlawanan dari masyarakat,” harapnya.
Ia ungkapkan bahwa, suatu bangsa itu runtuh, bukan karena orang yang jahatnya banyak, tetapi orang baik yang banyak tetapi tidak berbuat apa-apa.
“Setelah kegiatan ini, kita berharap semua elemen masyarakat bergerak secara bersama-sama untuk melawan dan memerangi narkoba baik melalui rehabilitasi, meningkatkan edukasi dan menjauhi peredaran gelap serta penyalagunaan narkoba,” pesannya Hisar.
Sementara Sekjen PIBN, Apin Herwanto mengatakan bahwa sebelumnya organisasi ini, bernama Gerakan Nasional Demokrasi Anti Narkoba dan sempat vakum karena covid-19 dan saat berganti nama PIBN.
“Walaupun demikian, komponen kepengurusan PIBN tetap dari pengurus Gerakan Nasional Demokrasi Anti Narkoba,” katanya.
Ia ungkapkan bahwa Kantor pusat PIBN berlokasi di Kota Palembang dan cabangnya sudah terbentuk ada dibeberapa provinsi di Sumatera yaitu Bengkulu, Jambu, Bangka Belitung dan Lampung.
“Untuk pengembangan cabang di luar pulau Sumatera, kita sudah berkoordinasi dengan BNN RI sebagai mitra resmi, dalam waktu dekat, paling lambat 2027 sudah terbentuk cabang PIBN dibeberapa Provinsi di Pulau Jawa,” ungkapnya Apin.
Lanjut Apin beberkan bahwa program PIBN lebih banyak edukasi terkait pencegahan penyalagunaan narkoba dan sudah dilakukan sejak 2005 hingga saat ini ke sekolah dan instansi baik pemerintah maupun swasta.
“Peserta dalam kegiatan seminar hari ini dihadiri perwakilan dari 12 sekolah tingkat SMP/SMA, 4 Perguruan Tinggi, Tokoh Masyarakat dan organisasi kepemudaan yang ada di Kota Palembang,” bebernya.
Lebih lanjut di sampaikan bahwa Provinsi Sumsel menempati peringkat dua secara nasional sebagai daerah dengan tingkat prevalensi dan penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia.
“Dalam hal ini, sebagai penggiat anti narkoba, akan semakin memicu kita untuk melakukan edukasi, agar dapat membangun kesadaran kepada masyarakat, betapa pentingnya kita memahami bahayanya narkoba,” ujarnya.
Terakhir tambahkan bahwa penyalahgunaan narkoba itu, tempatnya bukan di penjara melainkan direhabilitasi dan hal ini sudah dilakukan oleh pemerintah.
“Namun dalam hal ini, sangat disayangkan, ada beberapa tempat dalam melakukan rehabilitasi terhadap para pecandu narkoba, belum dijalankan sesuai dengan aturan dan prosedurnya bahkan belum memenuhi standarnya,” tutupnya Apin (Iin F).
![]()












