Proyek Beronjong Way Abung Senilai Rp349,4 Juta di Cempaka Timur Disorot, Diduga Dikerjakan Asal Jadi

LAMPUNG UTARA –SriwijayaPertama.net Proyek peningkatan tebing Way Abung menggunakan konstruksi bronjong di Desa Cempaka Timur, Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara, menjadi sorotan. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp349.400.000 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai dengan standar teknis yang semestinya.

Senin,19/10/2026.
B erdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut dilaksanakan oleh CV Sumber Karya Abadi. Namun, pelaksanaan pekerjaan di lapangan menimbulkan pertanyaan setelah sejumlah pihak media yang mendatangi lokasi mengaku tidak menemukan pekerja yang sedang melakukan aktivitas pembangunan.

Selain persoalan aktivitas pekerjaan, keberadaan tenaga kerja di lokasi proyek juga menjadi perhatian. Berdasarkan keterangan warga, sejumlah pekerja diketahui berasal dari luar daerah.

Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa sebelumnya memang terdapat pekerja di lokasi tersebut. Namun, menurutnya, para pekerja kemudian pulang setelah terjadi perselisihan kecil yang diduga berkaitan dengan persoalan upah.

“Tadi ada yang bekerja, tetapi kemudian pulang karena ada ribut-ribut kecil. Mungkin tidak cocok dengan gajinya,” ujar warga tersebut.

Warga Soroti Pemasangan Batu Bronjong
Selain persoalan tenaga kerja, warga juga menyoroti teknik pemasangan batu pada konstruksi bronjong. Menurut salah seorang warga, pemasangan batu harus memperhatikan susunan dan kekuatan konstruksi agar bangunan mampu menahan tekanan tanah serta aliran air.

Warga tersebut menilai bagian bawah konstruksi harus memiliki lebar yang memadai untuk menopang bagian atas. Selain itu, pemasangan kawat bronjong dan penempatannya terhadap kondisi tanah dinilai perlu diperhatikan agar konstruksi dapat berfungsi secara optimal.

Warga lainnya juga mempertanyakan posisi batu yang dipasang dalam bronjong. Menurutnya, batu seharusnya disusun dengan memperhatikan posisi dan susunan yang tepat, bukan sekadar dimasukkan tanpa memperhatikan kebutuhan teknis konstruksi.
Meski demikian, dugaan ketidaksesuaian teknis tersebut masih memerlukan pemeriksaan langsung oleh tenaga ahli atau instansi berwenang untuk memastikan apakah pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi dan kontrak yang ditetapkan.

Pengawasan Proyek Dipertanyakan
Tidak ditemukannya pengawas, mandor, maupun pekerja saat pihak media mendatangi lokasi turut menimbulkan pertanyaan mengenai pelaksanaan dan pengawasan proyek tersebut.

Dengan nilai anggaran mencapai Rp349,4 juta yang bersumber dari APBD, masyarakat tentu berharap pekerjaan dilaksanakan secara profesional, transparan, serta sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku.

Pihak pelaksana dan instansi terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai progres pekerjaan, metode pemasangan bronjong, penggunaan tenaga kerja, serta sistem pengawasan proyek.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media belum berhasil memperoleh konfirmasi dari CV Sumber Karya Abadi maupun pengawas proyek karena tidak menemukan pihak yang dapat dimintai keterangan di lokasi saat kunjungan dilakukan.

Korwil tetap membuka ruang bagi pihak pelaksana, pengawas, dan instansi terkait untuk memberikan klarifikasi serta penjelasan mengenai pelaksanaan proyek tersebut.
(Ars)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *