Sriwijayapertama.net Palembang – Lurah 16 Ulu, Kgs Syahri Ramadhan SH MH, gelar inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Produksi Pempek Yudi di Jalan KH Balqi Lrg Banten Dua Kelurahan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu Dua Kota Palembang, Kamis (10/9/2026), yang diketahui telah beroperasi lebih dari 5 (lima) Tahun.
Sidak tersebut dilakukan setelah adanya pengaduan masyarakat terkait dugaan dampak aktivitas produksi terhadap lingkungan sekitar, karena tidak adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Diketahui, berdasarkan informasi Surat Keterangan Usaha (SKU) dibuat pada 2024. Sementara sejumlah dokumen perizinan lainnya belum tersedia, termasuk dokumen perizinan terkait lingkungan.
Dalam sidak tersebut lurah, Kgs Syahri Ramadhan didampingi Sekretarisnya, Edison dan Ketua RT. 2, Yuliana.
Dalam sidak tersebut, lurah, Kgs Syahri Ramadhan mengatakan bahwa dalam sidak ini, ia didampingi sekretarisnya, Edison, menemukan dan melihat secara langsung ada limbah dari sisa-sisa produksi.
“Kita meminta agar semua aktivitas Rumah Produksi Pempek Yudi dalam waktu dekat distop, sambil mereka mengurus seluruh perizinan usahanya, khususnya dalam pengolahan limbah,” ucapnya.
Secara tegas ia ungkapkan bahwa setelah sidak ini, pihaknya menyiapkan surat secara resmi agar Rumah Produksi Pempek ditutup sementara hingga waktu lebih kurang satu Bulan.
Kemudian setelah ditutup sementara nanti, pihaknya akan melakukan pendekatan dan pendampingan terlebih dahulu, kepada mereka untuk mengurus perizinan.
“Karena mereka tidak paham dengan perizinan, tadi sudah berkomunikasi dengan kita, mereka meminta bantuan pendampingan untuk mengurus perizinan, agar prosesnya lebih cepat,” ungkapnya Syahri.
Lanjut Syahri beberkan bahwa kondisi saluran pembuangan di sekitar lokasi yang relatif kecil. Sejumlah saluran drainase berada di bawah badan jalan sehingga tidak seluruh bagian dapat terlihat.
“Pembuangan ada di saluran kecil, karena di sini tempatnya sangat minim, jadi saluran drainase juga di bawah jalan. Jadi beberapa titik memang tidak nampak,” bebernya.
Sementara Ketua RT.2, Yuliana yang merupakan kerabat dekat pemilik Rumah Produksi Pempek Yudi mengatakan bahwa usaha Rumah Produksi Pempek Yudi telah beroperasi sekitar dua tahun.
Terkait dengan saluran air yang terlihat tersumbat saat sidak, ia terangkan bahwa selama ini airnya mengalir.
“Yang jelas kami akan lakukan pembenahan dan mengurus perizinan serta membuat penampungan untuk pengolahan limbah,” ujarnya Yuliana.
Hingga berita ini diterbitkan, pemilik usaha Rumah Produksi Pempek Yudi, belum memberikan keterangan secara langsung karena diketahui sedang berada di luar kota (Ril/Iin F)
![]()












