Sriwijaya pertama.net Palembang – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Harimau Sumatera Bersatu (HSB), gelar Restrukturisasi atau Serah Terima Jabatan (Sertijab) Sekretaris Jenderal dan Bendahara Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) HSB Periode 2026–2031 melalui deklarasi Akbar di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (8/7/2026).
Agenda tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi yang dihadiri secara langsung oleh Dewan Pembina, Penasehat, jajaran DPP, Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Pengurus Anak Cabang (PAC), unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, akademisi, insan pers, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap semangat persatuan dan kolaborasi antarorganisasi di Sumsel, Dalam agenda deklarasi Akbar ini juga di Pemuda Pancasila (PP), Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB), Forum Cakar Sriwijaya, PEKAT, Pemuda Panca Marga (PPM), Gerakan Bela Rakyat (GBR), Front Persaudaraan Islam (FPI) dan Grib Jaya Sumsel.
Penasehat HSB Habib Ammak mengajak seluruh elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat persaudaraan, menjaga silaturahmi, serta menjadikan nilai kasih sayang sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam. Oleh Karena itu, kita harus menjadi pribadi yang membawa kedamaian, kasih sayang, dan manfaat bagi siapa pun. Semua manusia adalah saudara yang harus dihormati dan dimuliakan,” ungkapnya.
Ia menilai kebersamaan yang terjalin dalam Deklarasi Akbar HSB menjadi pesan penting bahwa perbedaan organisasi bukanlah penghalang untuk membangun persatuan.
“Saya bangga melihat berbagai organisasi dapat berkumpul dalam satu forum. Mari kita rawat silaturahmi, menjaga kekompakan, dan memperkuat persaudaraan. Saudara tidak selalu lahir karena hubungan darah, tetapi juga karena kesamaan niat untuk menjaga persatuan dan mengabdi kepada masyarakat,” pintanya Habib Ammak.
Di sela kegiatan, Dewan Pendiri dan Dewan Pembina HSB, Diky Haitami menegaskan bahwa restrukturisasi kepengurusan merupakan bagian dari proses pembinaan organisasi agar semakin matang, profesional, dan memiliki arah yang jelas dalam menjalankan fungsi sosial kemasyarakatan.
“Kami ingin HSB tumbuh menjadi organisasi yang bermartabat, menjunjung tinggi etika, menjaga marwah organisasi, serta mampu membangun sinergi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Ia sampaikan bahwa organisasi yang besar bukan hanya diukur dari jumlah anggotanya, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Oleh karena itu, HSB harus mampu menjadi ruang pengabdian bagi anggotanya sekaligus menjadi kekuatan positif dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga kondusivitas sosial,” jelasnya Diky.
Sementara itu, Dewan Pembina HSB Firdaus Hasbullah mengatakan bahwa HSB lahir dengan semangat persatuan, kewibawaan, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara. Oleh karena itu organisasi ini, harus menjalankan fungsi kontrol sosial secara santun, objektif, dan berdasarkan data.
“Harimau bukan preman. Harimau adalah kontrol sosial. Ketika ada kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat atau hak-hak rakyat yang terabaikan, maka sampaikan dengan data, fakta, dan cara yang bermartabat. HSB harus menjadi perekat persatuan, bukan pemecah belah, serta tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” harapnya.
Ketua Umum DPP HSB H.Satria Amri Ramadhan SIP MM menerangkan bahwa restrukturisasi kepengurusan merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola organisasi agar lebih profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan sosial di tengah masyarakat.
“Restrukturisasi ini bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi bagian dari penguatan kelembagaan. Kami ingin membangun HSB sebagai organisasi yang profesional, berintegritas, terbuka terhadap kolaborasi, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” terangnya.
Ia tegaskan bahwa HSB akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen dengan mengedepankan data, fakta, serta koridor hukum.
“Kami tidak hadir untuk menciptakan konflik. HSB hadir untuk menjadi jembatan komunikasi, memperkuat persatuan, menjaga kondusivitas daerah, dan memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Itulah komitmen yang akan terus kami pegang,” tegasnya Amri.
Lanjut Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan, mulai dari Dewan Pembina, Penasehat, jajaran pengurus di semua tingkatan, panitia pelaksana, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, mitra kerja, sponsor, hingga insan pers.
“Keberhasilan Deklarasi Akbar dan Restrukturisasi DPP HSB merupakan hasil kebersamaan seluruh keluarga besar organisasi,” ujarnya Amri.
Lebih lanjut Amri ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Semoga momentum ini menjadi awal penguatan soliditas organisasi, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan pengabdian HSB kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Kami memohon maaf apabila dalam penyelenggaraan kegiatan masih terdapat kekurangan. Semoga seluruh pengorbanan dan dukungan yang diberikan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” Tutupnya Amri.
Deklarasi Akbar dan Restrukturisasi DPP HSB 2026–2031 menjadi penanda komitmen organisasi ini, untuk terus memperkuat konsolidasi internal, memperluas kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa, serta mengedepankan nilai persatuan, profesionalisme, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai arah utama perjalanan organisasi ke depan. (Ril/Iin P).
![]()












