Banyuasin Sriwijayapertama.net – Terkait dengan isu pembangunan gedung sekolah dengan nilai Rp 2,5 miliar tanpa adanya bukti fisik, Kepala SMA Negeri 3 Banyuasin, Yusriati MPd angkat bicara saat dikonfirmasi awak media, Kamis (21/5/2026).
Sekolah yang berdiri sejak Tahun 2016 dengan total jumlah siswanya sebanyak 450 siswa ini, berlokasi di Desa Mata Merah Kecamatan Banyuasin 1 Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
“Untuk Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) Tahun 2025, jumlah siswa yang mendatar di SMAN 3 Banyuasin 1 berjumlah 160 siswa dari yang ditargetkan 180 siswa,” ujarnya.
Ia juga sampaikan terkait dengan beredarnya isu bahwa pembangunan sekolah yang menelan anggaran Rp 2,5 miliar dan tidak ada bukti fisiknya, itu tidak benar.
“Untuk gedung sekolah yang dibangun tersebut bisa dibuktikan dan lihat secara langsung, saat ini berdiri 6 ruang kelas, 1 ruang UKS, BK dan toilet yang dibangun berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis). kita hadirkan konsultan, pengawas dan pihak Direktorat dari Kementerian yang hadir kemarin,” katanya Yusrianti.
Lanjut Yusrianti terangkan bahwa semua pekerjaan pembangunan gedung sekolah tersebut sudah sesuai dengan prosesnya tanpa adanya Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Sedangkan untuk para pekerjanya kita memakai tenaga kerja warga sekitar.
“Pembangunan gedung sekolah ini sudah sesuai Juknis, ada konsultannya, pengawas dan pihak Direktorat Kementerian kemarin yang datang secara langsung untuk meninjau gedung yang sudah dibangun,” terangnya.
Lebih lanjut dia ungkapkan Pembangunan gedung ini akan menjadi kenang-kenangannya selama menjabat sebagai Kepala SMAN 3 Banyuasin 1, oleh karena itu harus sesuai dengan Juknis dan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penggunaan material.
“Dengan adanya pembangunan gedung sekolah ini, akan menjadi kenganan, baik guru maupun warga sekitar ketika saya tidak menjabat sebagai Kepala SMAN 3 Banyuasin 1, Oleh karena itu tidak mungkin saya akan KKN atau curang,” tegasnya Yusrianti.
Terakhir Yusrianti menambahkan bahwa kepada semua pihak yang mendapatkan isu bahwa gedung sekolah yang dibangun menggunakan anggaran Rp 2,5 miliar tidak ada fisiknya silakan datang langsung untuk membuktikannya dan pihaknya welcome.
“Kita berharap dengan adanya berita ini, semua isu yang negatif tentang SMAN 3 Banyuasin 1 tidak ada lagi. Semoga sekolah ini banyak menghasilkan siswa-siswa yang berprestasi kedepannya,” tandasnya Yusrianti (Iin P).
![]()












