Walikota Palembang Berikan Bantuan Sarpras Untuk Pengelolaan Sampah di Sekolah Quranpreneur Indonesia

Palembang Sriwijayapertama.net- Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah secara serius dan berkelanjutan, melalui program prioritas satu Kelurahan satu Bank Sampah.

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang menyalurkan bantuan Sarana Prasarana (Sarpras) fasilitas pengelolaan sampah kepada 25 bank sampah yang dinilai paling produktif berdasarkan evaluasi operasional dan jumlah nasabahnya.

Penyerahan Sarpras secara simbolis oleh Walikota Palembang, Drs H Ratu Dewa MSi, dipusatkan di Kampung Al-Qur’an, Jalan Lebak Jaya 3 Kelurahan sei selayur Kecamatan Kalidoni Kota Palembang, Rabu (20/5/2026).

Walikota Palembang, H Ratu Dewa, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Sampah Indonesia Legacy (BSIL) yang beroperasi di Kampung Al-Qur’an. Bank sampah ini dinilai sukses memadukan pengelolaan lingkungan dengan pendidikan karakter yang inovatif.

“Bantuan ini bukan untuk membeda-bedakan, melainkan sebagai bentuk penghargaan dan stimulus agar bank sampah lain terpacu untuk semakin aktif mengelola sampah organik maupun anorganik di wilayah masing-masing, ucapnya.

Ia sampaikan bahwa di wilayah tersebut, siswa-siswi dapat membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sekolah menggunakan sampah yang mereka kumpulkan untuk kemudian dikelola oleh bank sampah.

“Hal Ini merupakan langkah edukatif yang luar biasa dalam membangun kepedulian lingkungan sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya belajar pendidikan formal dan agama, tetapi juga diajarkan bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Saya berharap inovasi ini menjadi inspirasi bagi sekolah dan komunitas lain di Palembang,” harapnya Ratu Dewa.

Sementara Pimpinan Sekolah Qur’anpreneur Indonesia, Briliansyah Bahusin mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Palembang dalam hal ini, Walikota Palembang yang telah memberikan dukungan dan supportnya terkait dengan pengelolaan sampah di Sekolah Qur’anpreneur Indonesia.

“Alhamdulillah hari ini kita mendapatkan bantuan Sarpras, yang langsung diberikan oleh Walikota Palembang berupa 1 unit motor kaisar, 1 unit mesin pencacah organik, 1 mesin pencacah plastik 2 unit tempat sampah organik dan non-organik, 6 unit kotak sampah terpilah tiga warna, 2 unit komposter dan 1 unit timbangan,” bebernya.

Lanjut dia ungkapkan bahwa dalam pengelolaan sampah organik oleh BSIL masih kecil. Sedangkan untuk pengelolaan sampah non organik sampai saat sudah cukup besar yaitu mencapai 7 (tujuh) ton.

“Sampah organik kita kelola untuk dijadikan pupuk tanaman. Sedangkan sampah non organik atau plastik sampai saat ini lebih kurang sudah 7 ton yang kita kelola dan hasilnya kita gunakan untuk biaya operasional sekolah dan menunjang kebutuhan para penghafal al-qur’an,” tutupnya Briliansyah (Iin P).

Loading

Penulis: Iin Paridah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *