Breaking News
Selaku Dewan Pembina, Danrem 044/Gapo, Usai Hadiri Rapat Pengprov ORADIO Sumsel di Palembang Klarifikasi N: Bukan Advokat, Melainkan Paralegal, Bantah Intimidasi Wartawan Wartawan di Banyuasin Mengaku Diintimidasi Saat Konfirmasi, Bantah Mengaku Advokat Wartawan di Banyuasin Mengaku Diintimidasi Saat Konfirmasi, Terlapor Bantah Mengaku Advokat BANYUASIN – Seorang wartawan di Kabupaten Banyuasin, Ida Laila, mengaku mendapat respons yang dinilai tidak menyenangkan saat melakukan konfirmasi kepada seorang warga berinisial N terkait dugaan dirinya mengaku sebagai advokat. Menurut Ida Laila, alih-alih memperoleh klarifikasi, dirinya justru menerima pernyataan dari N yang akan menempuh jalur hukum atas pemberitaan maupun konfirmasi yang dilakukan. “Bagus ini dilaporkan,” ujar N sebagaimana disampaikan Ida Laila. Tak lama kemudian, N kembali menyampaikan akan membuat laporan ke Polres Banyuasin. “Malam ini saya akan ke Polres membuat laporan,” katanya. Menanggapi konfirmasi tersebut, N membantah pernah mengaku sebagai advokat. Ia menjelaskan dirinya merupakan Ketua Lembaga Investigasi Negara dan mengaku memiliki kewenangan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat sesuai kapasitas lembaganya. “Saya tidak mengaku sebagai pengacara. Saya selaku Ketua Lembaga Investigasi Negara memiliki kewenangan mendampingi masyarakat. Saya minta hadirkan siapa yang mengatakan saya advokat, jangan membangun opini,” tegas N. Sementara itu, Ida Laila menilai langkah konfirmasi yang dilakukannya merupakan bagian dari tugas jurnalistik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ia berharap setiap pihak yang dimintai klarifikasi dapat memberikan jawaban tanpa adanya tindakan yang dianggap dapat menghambat kerja jurnalistik. Perlu diketahui, setiap orang memiliki hak untuk melaporkan dugaan tindak pidana atau sengketa hukum kepada aparat penegak hukum. Di sisi lain, wartawan juga memiliki hak dan kewajiban menjalankan kerja jurnalistik secara profesional, termasuk melakukan konfirmasi dan memberikan ruang hak jawab kepada narasumber sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi mengenai apakah laporan yang disampaikan N telah diterima atau diproses oleh Polres Banyuasin. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Ismail Abdullah Soroti Dugaan Intimidasi terhadap Wartawan, Desak Kesbangpol Perjelas Legalitas dan Fungsi Lembaga

Kecamatan Rantau Bayur Raih Juara Umum MTQ ,Berhasil Kumpulkan 9 Mendali Emas 7 Perak 9 PerungguTingkat Kabupaten

Banyuasin Sriwijayapertama.net – Kecamatan Rantau Bayur berhasil menggeser posisi Kecamatan Banyuasin III sebagai pemegang juara MTQ tingkat Kabupaten dua kali berturut-turut.

Kecamatan Rantau Bayur berhasil mengumpulkan 9 medali emas, 7 perak dan 9 perunggu, sementara itu Kecamatan Banyuasin III, berhasil mengumpulkan 8 emas, 7 perak dan 4 perunggu, diurutan ketiga Kecamatan Sembawa berhasil mengumpulkan 7 Emas 8 Perak dan 2 Perunggu.

Dari hasil ini, Kecamatan Rantau Bayur menghentikan dominasi Kecamatan Banyuasin III dalam meraih medali pada MTQ tingkat Kabupaten, diketahui keberhasilan Kecamatan Rantau Bayur tersebut terjadi karena kepandaian Camat Rantau Bayur dalam menggali potensi SDM yang ada hingga berhasil membawa pulang tropi juara umum untuk masyarakat Rantau Bayur.

“Ternyata banyak anak-anak Kecamatan Rantau Bayur ini sekolah di Pondok Pesantren, awalnya saya tidak optimis kalau Kecamatan Rantau Bayur akan menjadi juara umum,”Kata, Syaiful Anwar. Camat Rantau Bayur, ketika dibincangi. Minggu. (25/02/2024).

Ditambahkannya, kedepan dirinya akan terus menggali potensi anak-anak muda di Kecamatan Rantau Bayur agar pada MTQ selanjutnya bisa kembali juara.

“Setelah kita telusuri ternyata banyak, kedepan akan terus kita gali dan kita bina, semoga kedepan semakin banyak anak-anak di Kecamatan Rantau Bayur ini yang masuk pesantren,”Ujarnya.

Dirinya berpesan kepada anak-anak yang berhasil membawa harum Kecamatan Rantau Bayur untuk tidak berpuas diri, sebab setelah MTQ di tingkat Kabupaten ini, kedepan akan ada MTQ tingkat Provinsi.

“Jangan berpuas diri dan tetap rendah hati , sebab perjalanan masih panjang, persiapkan diri untuk MTQ tingkat Provinsi mendatang, semoga kalian bukan hanya mengharumkan nama Kecamatan, namun juga Kabupaten Banyuasin,”Tegasnya.( anton)

Editor: ida

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *