Dibiarkan Tanpa Perlindungan Besi Berbahaya Mengintai, Pengunjung

BANYUASIN, SRIWIJAYAPERTAMA.NET, — Skandal keselamatan publik mencuat di Alun-alun Taman Kota Pangkalan Balai. Di tengah ramainya aktivitas warga, besi-besi behel berbahaya justru dibiarkan mencuat dari tanah tanpa pengaman—seolah menjadi “ranjau” yang siap melukai siapa saja.
Lebih dari sekadar kelalaian, kondisi ini dinilai sebagai bentuk pembiaran yang berpotensi mencelakakan masyarakat. Anak-anak yang berlarian, hingga warga yang bersantai, kini berada dalam ancaman nyata setiap saat.
Fakta di lapangan menunjukkan tidak ada tanda peringatan, tidak ada pembatas, dan tidak ada upaya serius untuk mensterilkan area berbahaya tersebut. Pertanyaannya: apakah harus menunggu korban jatuh dulu baru bertindak?
Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Disporapar Kabupaten Banyuasin, Sirojudin Siradj, hanya menyampaikan rencana “membungkus” besi tiang lampu hias tersebut. Pernyataan ini justru memicu kemarahan publik.
Pasalnya, solusi tersebut dianggap tidak sebanding dengan risiko yang mengintai. Membungkus bukan menyelesaikan—itu hanya menutup masalah tanpa benar-benar menghilangkannya.
“Ini tempat umum, bukan area proyek terbengkalai. Kalau dibiarkan begini, sama saja membiarkan masyarakat masuk ke zona berbahaya,” kecam warga.
Kondisi taman yang semrawut kini menjadi simbol lemahnya pengawasan dan minimnya tanggung jawab terhadap fasilitas publik. Jika tidak segera ditangani secara menyeluruh, Alun-alun Pangkalan Balai berpotensi berubah dari ruang rekreasi menjadi lokasi kecelakaan berikutnya.
Publik menunggu: tindakan nyata, atau korban pertama?

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *