BANYUASIN, SRIWIJAYAPERTAMA.NET, — Di tengah gelombang kekecewaan masyarakat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banyuasin justru memilih bungkam.
Aroma skandal dalam pelaksanaan jalan santai HUT Banyuasin ke-24 semakin menguat.Lebih parah, pejabat yang diduga bertanggung jawab malah “menghilang” saat hendak dikonfirmasi.
Upaya awak media untuk mendapatkan klarifikasi resmi berujung pada situasi yang dinilai tidak masuk akal. Tidak satu pun pejabat berwenang di kantor Disdikbud yang bisa memberikan penjelasan. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya upaya sistematis untuk menghindari pertanggungjawaban.
Awak media kemudian menyasar ruang Kepala Bidang (Kabid) SD yang disebut-sebut sebagai Ketua Pelaksana kegiatan. Namun jawaban yang diterima justru mengejutkan—staf di ruangan tersebut mengaku tidak tahu siapa Ketua Panitia dan memilih melempar wartawan ke Sekretariat.
“Kami datang untuk konfirmasi agar pemberitaan berimbang. Tapi justru diputar-putar tanpa kejelasan,” tegas Erwan, jurnalis Liputan ABN.

Alih-alih mendapat jawaban, kondisi di Sekretariat malah memperlihatkan kekacauan yang lebih terang. Pegawai saling lempar jawaban, sebagian mengaku tidak tahu, sementara yang lain menyebut Kabid SD, Supadi, sebagai Ketua Panitia.
“Di sekretariat semua terlihat bingung. Tapi ada yang memastikan Ketua Panitia itu Kabid SD, Supadi,” ungkap Erwan.
Namun fakta paling mencurigakan muncul saat awak media hendak menemui langsung yang bersangkutan. Supadi, yang disebut sebagai penanggung jawab utama, justru tidak berada di tempat. Informasi yang diperoleh menyebutkan ia diduga pulang lebih awal dan tidak kembali ke kantor.
Kondisi ini memicu tanda tanya besar: apakah ini sekadar kelalaian, atau ada sesuatu yang sengaja ditutupi?
Di tengah sorotan publik atas dugaan carut-marut pelaksanaan kegiatan—termasuk distribusi kupon yang dinilai tidak adil—sikap diam Disdikbud justru memperkuat persepsi negatif. Transparansi dipertanyakan, akuntabilitas dipertaruhkan.
Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada satu pun pernyataan resmi dari Disdikbud Banyuasin. Publik kini menunggu: siapa yang akan bertanggung jawab, atau kasus ini akan dibiarkan menguap tanpa kejelasa.(Tim)
![]()












