Banyuasin, Sriwijayapertama.net— Warga Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, dikejutkan oleh penemuan mayat seorang pria di dalam kamar Mess Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Rarat Ganda pada Selasa (31/3/2026). Korban ditemukan dalam posisi tergantung dan sudah tidak bernyawa.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di kamar mess karyawan Bank BPR Rarat Ganda, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin.
Korban diketahui bernama Hotman Siagian (35), kelahiran Curup, 6 Maret 1991, dan berdomisili di Jalan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong.
Berdasarkan identifikasi awal, korban diketahui menjabat sebagai Kepala Cabang BPR Artha Ganda wilayah Pangkalan Balai.
Kapolres Banyuasin AKP Risnan Aldino,S.I.K.,M.Si melalui Kasat Reskrim AKP M Ilham,S.I.K.,M.M saat dihubungi via WhatsApp membenarkan telah terjadi bunuh diri Pegawai BPR Rarat Ganda dan dia mengatakan informasi diperoleh petugas piket Selasa pagi. Setelah mendapatkan laporan anggota piket reskrim, pamapta, piket lawas polres Banyuasin dan tim Inavis mendatangi tempat kejadian perkara(TKP).
Setelah berada di tempat kejadian perkara mendapati korban meninggal dunia dalam keadaan tergantung, leher terjerat tali plastik nilon warna putih yang terikat di tiang plafon kamar mess. Pihaknya langsung mengevakuasi korban kemudian dilakukan indentifikasi dan olah TKP untuk memastikan kronologi dan penyebab kejadian.
Jenazah kemudian dibawah ke puskesmas pangkalan balai, setelah di periksa oleh dr Ahmad Wibowo ditemukan luka jerat melingkar dibagian leher korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dibagian tubuh korban dan ditempatkan cairan warna putih dibagian lubang alat kelamin, kemudian jenazah di bawah ke RS Bhayangkara Palembang.
“Saat ini, Petugas Reskrim Polres Banyuasin masih terus berkoordinasi dengan keluarga dan pegawai BPR Rarat Ganda untuk mengungkap penyebab korban bunuh diri. Sampai saat ini kami masih memeriksa saksi-saksi,” katanya
Polisi saat ini sedang mengumpulkan keterangan dari para saksi, termasuk rekan kerja dan keluarga dekat korban. Hingga rilis ini dikeluarkan, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik atau keterlibatan pihak luar dalam kematian korban.
![]()












