Kasubnit 2 Unit 3 Satresnarkoba Polrestabes Palembang Bantah Keras Terkait Isu Suap Bebasnya Abu

Sriwijayapertama.net Palembang – Viralnya pemberitaan yang beredar dibeberapa media online terkait adanya dugaan pemerasan dan praktek tangkap lepas terhadap seorang pria bernama Abu yang menyeret nama tim 8 Unit Reserse Narkoba Polrestabes Palembang, menjadi sorotan tajam publik.

Hal tersebut diklarifikasi langsung oleh Kasubnit 2 Unit 3 Satresnarkoba Polrestabes Palembang, Ipda Fajrul Falah kepada awak media saat konfirmasi, Rabu (25/2/2026).

“Seorang pria yang bernama abu ini, memang sudah kami amankan beberapa kali dan selama kami amankan selalu tidak ada Barang Bukti (BB). Pada saat kita lakukan cek urine, hasilnya negatif,” katanya.

Ia ungkapkan bahwa Abu menjadi target operasi pihaknya, karena sudah sering mendapatkan informasi dari masyarakat yang tidak senang diwilayahnya adanya peredaran narkoba.

“Informasi dari masyarakat tersebut tidak mungkin kita abaikan, makanya kita tindaklanjuti. Dalam upaya untuk melakukan penangkapan terhadap Abu sangat menyulitkan kami, karena yang bersangkutan menggunakan HT untuk berkomunikasi antar mereka,” ungkapnya Fajrul

Terkait dengan dijadikannya Abu sebagai Mesin ATM oleh oknum tim 8 Unit Reserse Narkoba Polrestabes Palembang, Fajrul bantah keras bahwa pihaknya tidak pernah melakukannya.

“Kami dalam menjalankan tugas tegak lurus sesuai dengan aturan dan Standar Operasi Prosedur (SOP),” tegasnya.

Kemudian terkait dengan praktek tangkap lepas terhadap Abu seperti yang diberitakan tersebut, dia terangkan bahwa yang pasti pihaknya mengamankan terlebih dahulu terhadap orang-orang yang diduga memasuki jaringan transaksi narkoba termasuk Abu.

“Setelah kita amankan dan lakukan pemeriksaan, Abu tidak memiliki Barang Bukti dan tidak mengakui keterlibatannya serta tes urine hasilnya negatif, sehingga menyulitkan kami dalam pengungkapan kasus ini, oleh karena itu Abu kita lepaskan,” terangnya Fajrul.

Terakhir Fajrul mempertegaskan kembali bahwa tidak membenarkan terkait dengan tuduhan narasi dalam pemberitaan yang viral tersebut

“Kami berharap kepada masyarakat maupun para awak media terkait dengan informasi negatif dilapangan, terlebih dahulu konfirmasi langsung kepada kami ataupun orang-orang yang bisa dipercaya dan bisa dipertanggungjawabkan,” tandasnya Fajrul (Iin F).

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *