Banyuasin Darurat! Aliansi Pemuda & Masyarakat Tuntut Solusi Konkret Jalan Rusak, Macet, dan Laka Lantas

Banyuasin,Sriwijayapertama.net —  Desakan keras terus bergulir dari aliansi pemuda yang tergabung dalam **HANTAM, PGK, HMI, HIMBA, dan Pemuda Tani HKTI** bersama seluruh elemen masyarakat pengguna Jalan Lintas Timur Banyuasin. Persoalan **kemacetan parah, jalan rusak bergelombang, dan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas** dianggap sudah masuk tahap **darurat Kronis* dan tidak bisa lagi dibiarkan.

Dalam **Rapat Dengar Pendapat (RDP)** di Gedung DPRD Kabupaten Banyuasin tgl 19 Agustus 2025, aliansi menyuarakan fakta lapangan sekaligus menuntut percepatan solusi pada momentum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 tahun. Rapat ini mempertemukan berbagai pihak, di antaranya:

* **Irian Setiawan dan Ledy Risdianto, Wakil Ketua DPRD Banyuasin II & III**, beserta seluruh pimpinan Komisi III DPRD.
* **Pemerintah Kabupaten Banyuasin** melalui Kepala Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan.
* **Kasatlantas Polres Banyuasin.**
* **Pengelola Tol Palembang–Betung** dari Waskita Karya dan Hutama Karya.

Hasilnya, seluruh pihak **menandatangani Pakta Integritas** yang menegaskan komitmen bersama untuk memberikan support moril maupun materil secara aktif fasilitas, dukungan, dan menyampaikan rekomendasi resmi ke **DPR RI dan Pemerintah Pusat**.

> “Banyuasin darurat kemacetan dan laka lantas! Rakyat sudah lama menderita. Kami akan kawal terus hingga pusat, bahkan bila perlu dengan aksi spanduk perlawanan di jalan lintas timur,” tegas perwakilan aliansi.

Langkah tindak lanjut akan dijadwalkan dengan **Balai Besar Jalan Nasional**, dengan target:

* **Jangka Pendek:** penanganan lubang dan gelombang jalan, serta rekayasa lalu lintas di titik rawan macet.
* **Jangka Menengah:** percepatan operasional penuh Tol Kapalbetung agar dapat mengurangi beban jalan nasional.
* **Jangka Panjang:** pembangunan permanen dan pembenahan menyeluruh infrastruktur lintas timur.

Aliansi menegaskan bahwa perjuangan tidak berhenti di meja rapat. **Propaganda, desakan publik, hingga aksi pemasangan spanduk perlawanan** akan terus dilakukan sampai rakyat benar-benar merasakan perubahan nyata (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *