Rantau Bayur,Sriwijayapertama.net– Sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap warga yang tertimpa musibah kebakaran, Pemerintah Kabupaten Banyuasin hadir memberikan perhatian dan bantuan kepada keluarga korban kebakaran di Desa Sukarela, Kecamatan Rantau Bayur, Selasa (4/11).
Musibah kebakaran tersebut terjadi pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Berdasarkan informasi masyarakat setempat, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik disaat kondisi rumah sedang kosong karena pemilik rumah sedang berada di pasar.
Akibat dari kejadian tersebut, rumah milik bapak Bakriyadi dan dan ibu Sumiyah yang mengalami kebakaran menghanguskan sejumlah barang berharga, di antaranya dua unit sepeda motor, mesin air, sekitar 40 ekor bebek, serta berbagai peralatan rumah tangga lainnya.
Dalam kunjungannya, Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P., M.M., menyampaikan rasa prihatin dan turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga bapak Bakriyadi dan ibu Sumiyah. Ia berharap keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banyuasin, kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa keluarga Bapak Bakriyadi dan Ibu Sumiyah. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan. Insyaallah, di balik musibah ini akan ada hikmah dan Allah SWT menggantikan dengan rezeki yang lebih baik serta berlimpah,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Netta juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan perlengkapan kebutuhan sekolah sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keluarga korban, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari pascakebakaran.
Lebih lanjut, dirinya meminta pemerintah desa agar segera menyiapkan proposal dan melengkapi dokumen administrasi terkait musibah tersebut untuk disampaikan kepada OPD terkait. Hal ini diperlukan agar proses penanganan dan pemberian bantuan dapat segera ditindaklanjuti, termasuk terkait dokumen kependudukan atau keluarga yang turut terdampak.
Ia juga mendorong agar keluarga korban dapat segera diusulkan untuk memperoleh bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sehingga pembangunan kembali rumah yang terdampak dapat diperjuangkan sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
“Jangan sampai masyarakat yang sedang tertimpa musibah merasa berjalan sendiri. Kami meminta pemerintah desa segera berkoordinasi dan melengkapi seluruh persyaratan yang dibutuhkan agar dapat ditindaklanjuti oleh OPD terkait. Harapan kita, keluarga korban bisa segera mendapatkan bantuan dan kembali memiliki tempat tinggal yang layak,” tambahnya.
Kehadiran Pemerintah Kabupaten Banyuasin ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi musibah. Melalui sinergi pemerintah daerah, kecamatan, dan pemerintah desa, diharapkan penanganan pascakebakaran dapat berjalan dengan baik serta membantu meringankan beban keluarga korban.
![]()












