Sriwijayapertama.net Palembang – Ikatan Keluarga Musi Banyuasin (IKA-MUBA) gelar pemilihan Ketua Umum (Ketum) periode 2026-2030 di Ruang Karang Anyar Hotel Swarna Dwipa Palembang, Sabtu (4/7/2026).
Walaupun dalam forum tersebut sempat terjadinya perbedaan pendapat terkait dengan tata cara pemilihan, sesuai dengan kesepakatan, Dr H Apriyadi MSi terpilih secara aklamasi.
Terpilihnya secara aklamasi, H Apriyadi meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Kabupaten MUBA untuk melanjutkan kepemimpinan IKA-MUBA 4 (empat) Tahun kedepan.
“Insyaallah kami akan berusaha untuk menjaga amanah ini dan meminta waktu satu Minggu untuk membetuk dan menyusun kepengurusan yang baru,” ucapnya.
Ia ungkapkan, jika kepengurusan ini sudah dibentuk dan dikukuhkan, akan segera mengadakan rapat kerja untuk menyusun program dan mengupayakan kantor sekretariat agar operasional bisa langsung berjalan.
“Ada pesan ketua sebelum saya, ada aset milik IKA-MUBA berupa kendaraan ambulans yang rusak, insyallah kalau bisa diperbaiki, kita perbaiki dan jika tidak bisa akan kita upayakan untuk mendapatkan yang baru,” ungkapnya Apriyadi.
Lanjut Apriyadi terangkan bahwa keberadaan kepengurusan organisasi IKA-MUBA ini, untuk melayani dan mengkonsolidasi kepentingan warga asal Kabupaten MUBA yang ada di Kota Palembang.
“Dengan adanya Ketua dan pengurus IKA-MUBA yang baru ini, tentunya apa yang sudah dilakukan oleh pengurus sebelumnya sudah baik, akan kita lanjutkan dan yang belum sempurna akan kita sempurnakan serta yang belum ada sesuai dengan kebutuhan akan kita adakan,” ujarnya.
Lebih lanjut dia sampaikan pesan kepada seluruh sanak, keluarga dan beroyot MUBA yang ada di Kota Palembang, agar menjaga kekompakannya.
“IKA-MUBA ini sebagai wadah untuk curhatnya warga Kota Palembang yang berasal dari MUBA, jika ada hal-hal yang perlu didiskusikan baik terkait dengan adanya acara pernikahan maupun ada yang meninggal dunia,” jelasnya Apriyadi.
Terakhir Apriyadi tambahkan, jika keuangan IKA-MUBA sudah cukup banyak, tidak menutup kemungkinan, pihaknya akan m bangun rumah singgah yang akan manfaatkan masyarakat MUBA yang kurang mampu, apabila sedang mengantarkan keluarganya berobat ke Kota Palembang.
“IKA-MUBA tempatnya berkumpul seluruh warga Kota Palembang asal MUBA, dengan tidak memandang ekonominya, seperti lidi, jika disatukan dan diikat bisa bermanfaat untuk membersikan lantai dan tidak tergoyahkan atau mudah parah,” tandasnya Apriyadi (Iin P).
![]()












