Sumsel  

Bupati PALI, Asgianto ST, Menunaikan Sholat led di Masjid Nurul Huda Bhayangkara

PALI –Sumsel, Sriwijayapertama.net-

Fajar kemenangan itu datang dengan lembut, menyelimuti langit Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam balutan cahaya suci Idul Fitri 1447 Hijriah. Di antara gema takbir yang bersahutan, langkah-langkah penuh khidmat mengarah ke Masjid Nurul Huda Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Sabtu (21/3/2026). Di sanalah, kebersamaan menemukan maknanya yang paling dalam.

Bupati PALI, Asgianto ST, hadir di tengah masyarakat, menunaikan Sholat Ied dengan penuh kekhusyukan. Kehadirannya bukan sekadar simbol pemimpin di hari besar, melainkan representasi kedekatan antara pemerintah dan rakyat—sebuah harmoni yang terjalin dalam suasana religius dan penuh haru.

Turut mendampingi, Ketua TP PKK Dwi Septaria serta Wakil Ketua DPRD PALI H. Kristian, bersama para tokoh masyarakat yang menjadi pilar kebersamaan di Bumi Serepat Serasan. Semua larut dalam satu tujuan: merayakan kemenangan dengan hati yang bersih dan jiwa yang kembali fitri.
Dalam suasana yang sarat makna itu, Bupati Asgianto menyampaikan pesan yang menyejukkan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kekompakan dan mempererat tali silaturahmi—nilai luhur yang menjadi fondasi kemajuan daerah.

“Idul Fitri adalah momentum untuk kembali menyatukan hati. Mari kita jaga kekompakan dan bersama-sama mendukung pembangunan di Kabupaten PALI,” ujarnya dengan penuh harap.

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa keharmonisan masyarakat selama ini telah membuahkan hasil nyata. Pertumbuhan ekonomi PALI mencapai angka 5,72 persen—melampaui rata-rata nasional sebesar 5,2 persen. Sebuah capaian yang bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari sinergi dan kebersamaan yang terus terjaga.

“Ini bukti bahwa ketika silaturahmi kuat, pembangunan pun akan berjalan lebih baik. Kekompakan ini harus kita pertahankan, bahkan kita tingkatkan,” tambahnya.
Sebagai wujud nyata mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, Bupati juga mengundang seluruh lapisan warga untuk hadir dalam open house yang digelar di Guest House Komplek Pertamina Pendopo. Sebuah ruang terbuka, tanpa sekat, tempat di mana senyum, sapa, dan kebersamaan menjadi bahasa utama.

Ajakan ini bukan sekadar undangan, melainkan panggilan hati—untuk kembali merajut kebersamaan, menghapus jarak, dan memperkuat rasa memiliki terhadap daerah tercinta.
Di hari kemenangan ini, PALI tak hanya merayakan berakhirnya Ramadhan, tetapi juga meneguhkan semangat persatuan. Sebab di balik setiap takbir yang berkumandang, tersimpan harapan akan masa depan yang lebih cerah—dibangun bersama, dalam kebersamaan yang tak lekang oleh waktu.(Usm)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *