PALI – Sriwijayapertama.net-Warga Desa Purun Timur, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), digegerkan dengan kabar peristiwa berdarah yang beredar di grup WhatsApp, Selasa (17/2/2026).
Dari informasi yang dihimpun, korban diduga menjadi korban penganiayaan. Sementara terduga pelaku berinisial R, yang diketahui merupakan anak sambung korban.
Hingga berita ini diturunkan, kronologi pasti kejadian masih dalam pendalaman. Aparat kepolisian telah turun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Purun Timur, tepatnya di sekitar Simpang 4 Jalan Lintas PT EPI.
Pihak berwenang masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti untuk mengungkap motif serta penyebab terjadinya insiden tersebut. Perkembangan lebih lanjut akan segera diinformasikan.(Tim)
Banyuasin,Sriwijayapertama.net- Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin melaksanakan kegiatan Sosialisasi Rabies di Kecamatan Banyuasin III…
Banyuasin ,Sriwijayapertama.net – Musibah kebakaran merenggut nyawa seorang honorer Sekretariat DPRD Banyuasin, Aida Yusefa (52), setelah kios miliknya di Jalan Lingkar Selatan, Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, ludes dilalap si jago merah, Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 18.40 WIB. Korban diduga terjebak di dalam bangunan saat berusaha menyelamatkan barang-barang berharga ketika api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh kios. Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino melalui Kapolsek Rambutan IPTU Harmoko menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh korban sendiri. “Korban berteriak ‘Ada Api’ kepada Sahrul, suami korban, dan Fadil, anak korban, yang baru pulang membeli minyak,” ujar Harmoko. Menurutnya, api diduga berasal dari percikan arus pendek listrik pada colokan showcase yang kondisinya sudah rusak. Percikan tersebut kemudian menyambar bensin yang berada di lantai kios sehingga api langsung membesar. “Api tidak terkendali setelah percikan dari colokan listrik yang diduga rusak menyambar bensin di lantai. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan,” jelasnya. Saat kobaran api semakin membesar, korban Aida Yusefa yang diketahui bekerja sebagai tenaga honorer di Sekretariat DPRD Banyuasin diduga masih berada di dalam kios untuk menyelamatkan sejumlah barang berharga. Nahas, korban tidak sempat menyelamatkan diri dan akhirnya terjebak di tengah kobaran api. Mendapat laporan kebakaran, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi. Proses pemadaman melibatkan tim PBK Sungai Dua, bantuan PBK Kota Palembang, serta personel Polsek Rambutan….